Penasihat Senior Pemimpin Revolusi Islam, Mohsen Rezaei. Foto: Press TV TODAYNEWS.ID – Republik Islam Iran menegaskan tidak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) lolos begitu saja dari tanggung jawabnya terhadap krisis yang mereka ciptakan dengan membayar ganti rugi atas kerusakan selama agresi.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Penasihat Senior Pemimpin Revolusi Islam, Mohsen Rezaei, berbicara kepada Al Mayadeen, seperti dilaporkan Press TV, Kamis (7/5/2026).
Rezaei mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump menetapkan rencana yang tidak realistis untuk Selat Hormuz dan kemudian meninggalkan arena begitu saja.
“Mengingat perkembangan yang terjadi dan upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, Amerika Serikat berupaya melakukan tindakan yang mencolok dan kemudian meninggalkan tempat kejadian. Kami tidak akan membiarkan rencana semacam itu terwujud,” kata Rezaei yang juga anggota Dewan Kebijakan Iran.
Ia menekankan bahwa Teheran harus memperoleh hasil yang memuaskan dari negosiasi tidak langsung dengan Washington dan mendapatkan manfaat nyata.
Rezaei mencatat bahwa Amerika harus membayar ganti rugi atas semua kerusakan yang ditimbulkan pada Iran.
“Kami pasti akan menuntut hak dan ganti rugi kami, bahkan jika pasukan militer AS kembali ke rumah dan menarik diri dari wilayah tersebut. Kami telah menanggung mereka selama 47 tahun dan akan terus menempuh jalan perlawanan,” kata anggota Dewan Kebijakan tersebut.
Rezaei juga menyatakan bahwa negara-negara di kawasan itu harus menjamin keamanan mereka sendiri secara mandiri, dan bahwa semua pasukan asing, baik Amerika maupun Eropa, harus menarik diri dari kawasan tersebut.
“Kita dapat menjamin keamanan kita sendiri. Kita ingin membentuk dewan keamanan regional. Ada negara-negara besar di kawasan ini, seperti Irak, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi, dan kita dapat menyediakan keamanan,” pungkasnya.