TODAYNEWS.ID – Republik Islam Iran secara resmi telah mengumumkan mekanisme baru terkait aturan lalu lintas maritim kepada kapal-kapal yang ingin melalui Selat Hormuz.
Melansir laporan kantor berita, Press TV pada Rabu (6/5/2026), berdasarkan sistem yang baru diterapkan, semua kapal yang ingi melintasi Selat Hormuz akan menerima email dari alamat resmi info@PGSA.ir yang menjelaskan aturan dan peraturan untuk melintasi jalur perairan itu.
Kapal-kapal diharuskan menyesuaikan operasinya sesuai dengan kerangka kerja ini dan memperoleh izin transit sebelum melintasi Selat Hormuz, salah satu titik rawan pengiriman minyak paling penting di dunia.
Inisiatif yang digambarkan sebagai sistem tata kelola berdaulat ini sekarang beroperasi di Selat Hormuz yang merupakan 20% minyak dunia melewatinya jalur perairan strategis tersebut.
Angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah ditempatkan di Selat Hormuz di bawah kendali ketat, yang akan memblokir semua kapal terkait dengan AS dan Israel setelah agresi mereka terhadap Republik Islam pada 28 Februari lalu.
Teheran telah mengisyaratkan kesediaan untuk membuka kembali Selat setelah AS dan Israel sepakat untuk memasukkan Lebanon dalam perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang membantu menghentikan agresi terhadap Iran.
Namun, pihak berwenang Iran kembali menyatakan jalur perairan tersebut ditutup karena Washington dan Tel Aviv terus melanggar ketentuan gencatan senjata.
Rancangan undang-undang yang saat ini sedang dibahas di Parlemen Iran akan memberlakukan larangan total terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, sementara kapal-kapal yang terkait dengan AS dan negara-negara musuh lainnya akan menghadapi pembatasan yang ketat.
Undang-undang tersebut juga menetapkan sistem pungutan tol untuk pelayaran kapal-kapal yang tidak bermusuhan.
Dalam laporan media Iran itu, ketegangan meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir setelah Amerika Serikat melancarkan operasi pada hari Minggu yang bertujuan untuk mematahkan kendali Iran atas Selat tersebut.
Sementara pasukan Iran telah berulang kali memperingatkan kapal perang AS agar tidak mendekati jalur perairan strategis tersebut.
Sedangkan pada hari Senin, pasukan angkatan laut Iran menembakkan rudal dan drone di dekat kapal perusak AS yang mengabaikan seruan berulang kali untuk menjauhi Selat tersebut.
Para pejabat Iran telah bersumpah untuk mempertahankan kedaulatan mereka atas titik strategis tersebut, dan memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menantang kendali mereka akan ditanggapi dengan kekerasan.