Penasihat Pemimpin Revolusi Islam, Mohsen Rezaei. Foto: Teheran Times TODAYNEWS.ID – Penasihat Pemimpin Revolusi Islam, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa negaranya memegang teguh pada komitmen diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel.
Namun, ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan ragu untuk menghancurkan blokade angkatan laut AS yang diberlakukan di Selat Hormuz jika negosiasi kembali gagal.
Hal itu ditegaskan Rezaei dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Russia Today, seperti dilaporkan kantor berita Press TV, pada Selasa (9/6/2026).
“Saat ini, kami mengejar tujuan kami melalui negosiasi. Namun, karena blokade laut merupakan pelanggaran hak-hak kami, maka kami tidak menerima situasi ini dan pasti akan mematahkan blokade laut apa pun,” kata Rezaei.
Mantan komandan IRGC itu menambahkan bahwa Iran tidak akan pernah membiarkan hak-hak sahnya dilanggar.
“Kami serius dalam bernegosiasi, tetapi kami bahkan lebih serius dalam membela diri,” tambah Razei menegaskan.
Ia menekankan bahwa Republik Islam berupaya meraih kemenangan melalui diplomasi, di medan perang, dan dalam melindungi kepentingan nasionalnya.
“Kami ingin menang dalam negosiasi, dalam perang, dan dalam membela diri,” ucapnya.
Penasihat Pemimpin Tertinggi itu juga mengatakan bahwa Iran berhasil mengungkap sifat agresif dan tidak dapat diandalkannya Amerika Serikat kepada dunia selama konfrontasi baru-baru ini.
“Dalam negosiasi ini, kita menunjukkan kepada dunia seperti apa Amerika sebenarnya dan berdasarkan prinsip apa Amerika beroperasi,” ujarnya.
“Sekadar mengungkap wajah asli Amerika, pelanggaran berulang terhadap perjanjian, pelanggaran hukum internasional, dan pengabaian terhadap hak asasi manusia, itu sendiri merupakan kemenangan bagi kita,” pungkasnya.