x

Dasco Ungkap Dugaan Modus Perekrutan 8 WNI Jadi Tentara Rusia

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 16:27 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengungkap adanya dugaan modus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) yang berujung pada pengiriman mereka untuk bergabung dengan militer Rusia. Perekrutan tersebut diduga dilakukan melalui tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar.

Informasi mengenai dugaan tersebut mencuat setelah otoritas intelijen Ukraina mengungkap data sejumlah WNI yang diduga telah direkrut untuk menjadi bagian dari pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Menanggapi informasi tersebut, Dasco mengatakan pemerintah Indonesia telah menerima laporan dari otoritas intelijen dalam negeri.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, proses perekrutan diduga tidak dilakukan secara langsung oleh pihak Rusia, melainkan melalui jaringan atau pihak dari negara ketiga.

Hal itu disampaikan Dasco saat pimpinan DPR RI menggelar konferensi pers usai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga,” kata Dasco kepada wartawan.

Menurut Dasco, para WNI yang menjadi sasaran perekrutan awalnya memperoleh tawaran pekerjaan yang dikemas sebagai lowongan di bidang keamanan maupun tenaga administrasi. Tawaran tersebut disebut menarik minat calon pekerja karena disertai janji penghasilan dalam jumlah besar.

“Yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” ujarnya.

Namun, setelah mengikuti proses pendaftaran, para WNI tersebut diduga justru dikirim untuk bergabung sebagai tentara.

“Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” katanya.

Dasco menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan tersebut. Otoritas intelijen Indonesia disebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan.

“Dan pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengungkap adanya delapan WNI yang diduga direkrut untuk bergabung dengan tentara Rusia.

Informasi tersebut dipublikasikan melalui laman resmi badan intelijen Ukraina yang menyebut Rusia masih berupaya merekrut warga negara asing untuk terlibat dalam perang melawan Ukraina.

Menurut keterangan yang dipublikasikan, para warga asing tersebut diduga tertarik bergabung karena sejumlah tawaran, mulai dari gaji tinggi, janji mendapatkan pekerjaan nonkombatan, hingga peluang memperoleh kewarganegaraan Rusia secara lebih cepat.

“Iming-iming gaji tinggi, tugas non-kombatan, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang sering kali tidak tahu ke mana mereka sebenarnya akan dikirim,” demikian keterangan yang dimuat dalam informasi tersebut.

Sementara itu, laporan media Ukraina *The New Voice of Ukraine* menyebut telah memperoleh dokumen yang diklaim berkaitan dengan perekrutan warga negara Indonesia ke dalam militer Rusia.

Perekrutan warga asing disebut menjadi salah satu cara Rusia untuk menambah kekuatan pasukannya di tengah perang yang masih berlangsung. Selain untuk memenuhi kebutuhan personel militer, keterlibatan warga negara asing juga dinilai dapat digunakan untuk membangun narasi mengenai adanya dukungan internasional terhadap Rusia.

Meningkatnya perekrutan warga asing tersebut, menurut laporan yang beredar, juga dikaitkan dengan semakin terbatasnya jumlah warga Rusia yang bersedia menandatangani kontrak untuk bergabung dengan militer Moskow.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor