x

Bus Sholawat Beroperasi 24 Jam untuk Jemaah

waktu baca 3 menit
Minggu, 3 Mei 2026 19:08 20 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi memasuki hari ke-13 dengan operasional yang berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Pemerintah memastikan seluruh proses, mulai dari pemberangkatan hingga mobilisasi jemaah antar kota suci, terus berada dalam pengawasan optimal.

Berdasarkan data per 2 Mei 2026, progres operasional haji menunjukkan capaian positif. Pemberangkatan jemaah berlangsung sesuai rencana dengan pengelolaan yang terkoordinasi.

Sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter yang membawa 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung secara bertahap. Proses ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah sebelum puncak haji.

Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah. Mereka melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Seluruh mobilisasi jemaah dilakukan dengan pengawalan petugas. Hal ini bertujuan memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.

Dari sisi kesehatan, layanan medis terus diberikan kepada jemaah yang membutuhkan. Secara kumulatif, 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan.

Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sementara itu, 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dengan 59 orang masih dalam perawatan.

Total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang. Penyebab utama kematian adalah serangan jantung dan radang paru-paru.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji memastikan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan hak badal haji. Doa juga dipanjatkan agar seluruh almarhum memperoleh husnul khatimah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan adanya peningkatan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan. Layanan inklusif disiapkan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

Untuk mendukung aktivitas jemaah di Makkah, disediakan layanan Bus Sholawat selama 24 jam penuh. Transportasi ini menghubungkan jemaah ke Masjidil Haram melalui tiga terminal utama.

Sebanyak 452 armada disiapkan, termasuk 52 unit bus hidrolik. Layanan ini melayani 21 rute dengan sistem kode warna dan nomor yang memudahkan jemaah.

Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan saja. Layanan ini telah berjalan sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026.

Di tengah suhu Makkah yang mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau menjaga kondisi fisik. Pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kesehatan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegas Maria.

Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji yang aman dan profesional. Jemaah juga diminta menjaga kekompakan dan mengikuti arahan petugas.

Seluruh jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Hal ini menjadi bagian dari upaya meraih haji yang mabrur.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x