x

BTNK Tetapkan Kuota Wisata TN Komodo, 1.000 Wisatawan per Hari

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 14:07 30 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menetapkan aturan baru terkait kuota wisata, yakni membatasi kunjungan wisatawan ke Taman Nasional (TN) Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi maksimal 1.000 orang per hari.

“Aturan tersebut sudah berlaku sejak tanggal 1 April 2026 dan sudah berjalan,” kata Koordinator Urusan Kehumasan, Kerjasama dan Pelayanan Perijinan Balai TN Komodo Maria Rosdalima Panggur saat dihubungi dari Kupang, Selasa.

Maria menjelaskan, penerapan kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan besar terhadap ekologi di kawasan TN Komodo. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan destinasi wisata unggulan tersebut.

Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan ini terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan tekanan signifikan terhadap ekosistem yang ada, ujar dia.

BTNK mencatat jumlah kunjungan wisata di TN Komodo pada 2025 mencapai 429.509 pengunjung. Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara mendominasi dengan rata-rata mencapai 68 persen dibandingkan wisatawan domestik.

Jumlah tersebut, lanjut dia, telah melampaui daya dukung dan daya tampung wisata di seluruh kawasan, baik daratan maupun perairan. Daya tampung tercatat sebesar 366.108 pengunjung per tahun, sementara kajian tahun 2022 menunjukkan angka 378.870 pengunjung per tahun.

Nilai total tersebut merupakan akumulasi daya dukung wisata di pulau-pulau utama serta wilayah perairan yang menjadi bagian dari kawasan TN Komodo.

Daya dukung Pulau Komodo pada tahun 2018 tercatat sebanyak 187.245 orang per tahun, Pulau Rinca sebanyak 44.165 orang, serta Pulau Padar sebanyak 17.885 orang. Sementara itu, daya dukung wisata perairan di 23 titik penyelaman mencapai 116.813 pengunjung per tahun.

“Peningkatan jumlah kunjungan memberikan dampak peningkatan ekonomi regional yang signifikan namun di lain sisi memberikan tekanan yang besar pada ekologi,”ujar dia.

Lebih lanjut, intensitas aktivitas manusia yang tinggi berpotensi menyebabkan perubahan demografi satwa dan menurunkan perilaku kewaspadaan komodo di habitat aslinya.

Di sisi lain, wilayah perairan juga mengalami degradasi kesehatan terumbu karang. Lonjakan pengunjung dalam waktu singkat tanpa diimbangi pengelolaan yang komprehensif turut menyebabkan kelebihan turis di kawasan TN Komodo.

Meski demikian, BTNK memprediksi jumlah kunjungan wisatawan pada 2026 tetap akan mendekati angka tahun sebelumnya, meskipun kebijakan kuota telah diterapkan.

Dalam masa uji coba, pelaku wisata menyarankan agar alokasi kuota untuk kapal pesiar (cruise-ship) dipisahkan dari wisata reguler. Jika mengacu pada data tahun 2025, kunjungan kapal pesiar mencapai sekitar 35.000 atau 8 persen dari total kunjungan.

Dengan demikian, pada 2026 jumlah kunjungan diperkirakan berada di kisaran 400.000 wisatawan.

“Namun demikian, Balai Taman Nasional Komodo akan tetap memantau dampak penerapan kebijakan pengaturan kunjungan yang baru ini pada ekologi, ekonomi, sosial dan aspek pengelolaan TN Komodo itu sendiri,” ujar dia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x