x

Beras Premium Langka di Ritel, Amran Singgung Pihak yang Bermain

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Selasa, 22 Sep 2026 18:23 40

TODAYNEWS.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara soal masih kosongnya beras premium di sejumlah ritel modern. Amran menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan pasokan dan harga.

Amran mempertanyakan kelangkaan beras premium di ritel ketika stok beras nasional disebut masih melimpah. Dia juga membandingkan kondisi tersebut dengan pasar tradisional yang menurutnya masih menyediakan beras dengan harga lebih murah.

“Gimana sih, (kok) langka beras? Memangnya tidak ada beras (di ritel)?” kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Menurut Amran, kekosongan beras premium di ritel semestinya tidak terjadi ketika ketersediaan beras nasional mencukupi. Karena itu, dia meminta kondisi tersebut ditelusuri untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi.

“Tidak ada beras premium? Kalau begitu, jangan sampai ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk bermain atau berlaku nakal. Padahal, berasnya sama,” ujarnya.

Amran kemudian menyinggung praktik curang dalam tata niaga beras yang sebelumnya ditemukan pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi.

“Lah, sebut saja besar-besar di media, ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat,” kata Amran.

“Itu penipuan, karena yang diambil adalah hak rakyat. Benar, kan?” tegasnya.

Amran juga mencontohkan adanya perbedaan harga yang menurut perhitungannya sangat besar pada produk tertentu. Dia menyebut produk yang semestinya berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram justru dijual hingga Rp57 ribu.

“Bayangkan, harganya Rp13 ribu, dijual Rp57 ribu. Adil tidak itu?” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Amran memastikan pemerintah akan menindak pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Pemerintah disebut memiliki sejumlah langkah untuk memberikan sanksi.

“Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,” tegas Amran.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya juga merespons kosongnya stok beras premium di sejumlah ritel modern. Budi menyebut Bapanas dan Perum Bulog telah berkomitmen memasok beras ke pasar.

“Kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog, kan akan men-suplai beras,” ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Budi mengakui kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya ritel modern yang mengalami kekosongan stok beras premium. Dia pun akan berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Bulog.

“Nanti coba kami komunikasikan ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan masuk beras di retail modern,” tambah Budi.

Persoalan beras premium tersebut terjadi ketika pemerintah sebelumnya menyatakan pasokan beras nasional tersedia. Kondisi kosongnya stok di ritel modern kemudian menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan pasar.

Di tengah persoalan tersebut, Amran menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran dalam tata niaga beras. Penindakan tersebut dapat berupa pencabutan izin, moratorium, hingga proses hukum.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
11 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
6 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor