x

Bangunan Breakwater Runtuh, Usaha Tangkap Ikan di Karangsong Indramayu Terancam

Laporan: Asep Awaludin

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 14:08 32

TODAYNEWS.ID – Ketua Umum Gerakan Nelayan Pantura (GNP) Kajidin melalui Sekretaris Jenderal GNP, H. Robani Hendra Permana mengatakan saat ini kondisi muara sungai di Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat masuk status darurat.

Robani menuturkan, pada Selasa (27/10/26) kemarin, pihaknya bersama para pelaku usaha penangkapan ikan laut yang tergabung di GNP dan Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra Indramayu, telah beraudiensi dan berdiskusi langsung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait kondisi muara tersebut.

“Selasa kemarin saya beserta pelaku usaha penangkapan ikan laut beraudiensi dan diskusi mengenai kondisi muara sungai di Karangsong yang sudah dalam kondisi darurat/kontingensi,” ujar H. Robani Hendra Permana.

Menurutnya, sudah setahun terakhir kapal-kapal berukuran di atas 60 Gross Tonnage (GT) sangat sulit keluar-masuk muara. Penyebab utamanya adalah runtuhnya bangunan breakwater di muara sungai yang selama ini berfungsi sebagai penahan pasir agar tidak masuk dan mendangkalkan alur sungai.

Breakwater tersebut diketahui dibangun pada tahun 2003, sehingga usianya kini sudah mencapai 23 tahun.

Jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya sangat serius bagi keberlangsungan usaha tangkap ikan di Karangsong.

“Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, lambat laun usaha tangkap ikan akan semakin tidak produktif. Biaya operasional untuk aktivitas keluar-masuk muara membengkak, ada ancaman kecelakaan kerja di muara, waktu antrian keluar-masuk semakin lama, dan kerusakan pada badan kapal yang setiap keluar-masuk ditarik paksa,” jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, audiensi tersebut mendapat respon positif dari KKP. Rombongan GNP diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP), Komjen (Purn) Drs.Lotharia Latif.

“Alhamdulillah kemarin kami diterima Pak Dirjen KKP Pak Latif, beliau beserta tim berkomitmen untuk membantu pelaku usaha di Karangsong,” ungkap Robani.

Adapun komitmen yang disepakati, untuk jangka pendek atau darurat, KKP akan memperbaiki breakwater yang runtuh dan ditargetkan dapat direalisasikan pada awal tahun 2027.

Sementara untuk solusi jangka panjang, akan dibangun konsep pelabuhan di pinggir laut dengan konsep pelabuhan nasional yang rencananya akan dimulai pada tahun 2028 dengan skema pembiayaan dari JICA (Japan International Cooperation Agency).

“Semoga bisa terealisasi sesuai rapat kemarin dan akan berdampak pada peningkatan produktivitas hasil tangkapan ikan,” pungkasnya.***

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA