Ilustrasi peta dan bendera negara Republik Islam Iran. Sumber: Dibuat oleh Gemini AI TODAYNEWS.ID – Panglima tertinggi Angkatan Darat (AD) Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel telah gagal total dalam mencapai tujuan strategis mereka pada dua perang terakhir.
Hatami memperingatkan bahwa setiap kesalahan perhitungan di masa depan akan dibalas dengan balasan yang sangat menyakitkan dari Angkatan Bersenjata Iran.
Hal itu disampaikan Hatami dalam sebuah upacara di Teheran pada hari Selasa (16/6/2026), sehari setelah Iran dan AS mengumumkan penyelesaian kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang yang pecah sejak akhir Februari lalu.
“Musuh menyatakan dalam tujuan strategisnya bahwa mereka ingin memaksa Iran untuk menyerah, menghancurkan Republik Islam, dan tanpa malu-malu berbicara tentang mengubah peta Iran,” kata Hatami seperti dilaporkan kantor berita Press TV.
Namun, kata Hatami, hari-hari ini dunia dapat menyaksikan bahwa tak ada satu pun dari tujuan AS-Israel yang tercapai. “Saat ini, tidak satu pun dari tujuan tersebut yang tercapai,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, agresi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, menargetkan nyawa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan menyerang fasilitas nuklir, sekolah, hingga rumah sakit.
Dengan terbunuhnya Pemimpin tertinggi Iran itu, AS-Israel berpikir bahwa mereka telah berhasil mengubah peta sistem pemerintahan Iran, namun alih-alih tujuan tercapai, Iran justru merespons dengan sedikitnya 100 gelombang serangan balasan yang menentukan di bawah Operasi True Promise 4.
Bahkan Hatami juga mengingatkan soal agresi yang dimulai AS-Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025 lalu yang akhirnya musuh justru memohon gencatan senjata kepada Iran.
“Bangsa Iran tidak hanya menolak untuk menyerah, tetapi Anda telah melihat dalam kasus Lebanon bahwa kehendak Iran dipaksakan kepada musuh,” tambah Hatami.
Sebab itu, Hatami mengungkapkan bahwa pandangan politik dan militer musuh terhadap kesalahan perhitungan mereka kepada bangsa Iran adalah kekalahan yang sangat jelas.
“Perang ini menunjukkan bahwa musuh berpikir keliru. Salah satu kesalahan mereka adalah penilaian yang salah terhadap rakyat Iran,” tuturnya.
Panglima Angkatan Darat itu selanjutnya memastikan bahwa kemenangan ini akan dikonsolidasikan melalui peningkatan pencegahan sehingga tidak seorang pun akan berani menaruh niat jahat di tanah Iran.