x

Anggota Kongres AS Ungkap Dugaan 39 Pesawat Amerika Hancur dalam Perang Iran

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Mei 2026 18:37 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ed Case, mengungkap dugaan kerugian besar militer AS dalam perang melawan Iran. Dia menyebut sekitar 39 pesawat militer AS hilang sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.

Pernyataan itu disampaikan Ed Case dalam rapat dengar pendapat komite khusus Senat AS bersama Pentagon pada Selasa (12/5/2026). Dalam forum tersebut, Case mempertanyakan biaya kerusakan dan penggantian armada militer AS selama perang berlangsung.

Case mengutip laporan media pertahanan The War Zone terkait kerugian militer AS. Menurut laporan itu, puluhan pesawat mengalami kehancuran maupun kerusakan dalam operasi militer melawan Iran.

“Kita kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut data The War Zone, dan itu telah berusia satu bulan,” kata Case saat bertanya kepada Kepala Keuangan Pentagon, Jay Hurst.

Case juga mempertanyakan apakah Pentagon telah menghitung biaya retensi akibat hilangnya pesawat-pesawat tersebut. Dia menyoroti besarnya potensi pengeluaran yang harus ditanggung pemerintah AS akibat konflik berkepanjangan.

Menanggapi pertanyaan itu, Jay Hurst mengakui adanya biaya besar yang harus dikeluarkan Pentagon. Namun dia menegaskan perhitungan kerugian belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat yang rusak.

“Ada biaya di sana, Pak, tapi saya ingin kembali kepada anda soal tulisan dan spesialisasi mereka (The War Zone), karena, seperti yang bisa anda bayangkan, perbaikan pesawat adalah sesuatu yang sulit untuk dikalkulasi,” ujar Hurst.

“Kami ingin melakukan diagnoisis penuh terhadap pesawat-pesaat itu sebelum memperkirakan biayanya,” lanjut Hurst dalam rapat tersebut. Pentagon juga belum mengonfirmasi secara resmi data kehilangan pesawat yang beredar.

Laporan The War Zone menyebut Angkatan Udara AS telah menjalankan hampir 13 ribu penerbangan selama perang berlangsung. Dari operasi tersebut, sebanyak 39 pesawat dilaporkan hancur dan 10 lainnya mengalami kerusakan.

Laporan itu juga mengeklaim sebuah jet tempur F-35A Lightning II terkena rudal saat berada di ruang udara Iran. Selain itu, pesawat pengintai Boeing E-3 Sentry juga disebut dihancurkan oleh Iran.

Namun laporan tersebut belum terverifikasi secara independen. Pejabat Pentagon juga memilih tidak memberikan konfirmasi detail terkait data kerusakan armada militer AS.

Dalam sidang yang sama, Hurst mengungkapkan biaya operasi militer AS terhadap Iran kini mendekati 29 miliar dolar AS. Nilai itu setara sekitar Rp507 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS.

“Pada saat kesaksian sebelumnya, jumlahnya 25 miliar dolar AS. Namun tim gabungan staf dan pengawas anggaran terus memperbarui estimasi itu, dan sekarang kami perkirakan mendekati 29 miliar dolar AS,” kata Hurst.

Konflik AS dan Iran pecah sejak Washington bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap target di Iran pada 28 Februari 2026. Eskalasi konflik tersebut memicu gangguan di Selat Hormuz, lonjakan harga energi global, dan tekanan baru terhadap perekonomian dunia.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x