Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Sayed Abbas Araghchi. TODAYNEWS.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, mengecam keras ancaman Presiden AS Donald Trump yang berniat menggunakan aset Iran yang dibekukan guna menanggung klaim kerusakan kapal dan kargo di kawasan Teluk Persia.
Sebagaimana diberitakan, sebelumnya Trump melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa segala bentuk kerusakan terhadap kapal, kargo, atau aset terkait lainnya di kemudian hari akan diganti menggunakan dana milik Iran yang berada di bawah kendali Amerika Serikat.
“Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada Kapal, Kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan Uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat,” tulis Trump.
Menanggapi pernyataan Trump, Araghchi memperingatkan bahwa langkah penyitaan aset negara lain untuk menutupi klaim yang tidak terkait merupakan sebuah preseden yang sangat berbahaya.
“Menyita aset negara lain untuk membayar klaim di masa depan yang tidak terkait adalah preseden yang berbahaya,” kata Araghchi dalam unggahan di X pada hari Jumat (24/7/1026).
Araghchi menambahkan bahwa kekacauan yang ditimbulkan dari tindakan tersebut tidak akan berjalan dengan damai ataupun menyenangkan bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan darinya.
“Mereka yang merayakan atau mengambil keuntungan dari dana semacam itu harus ingat: begitu pemerintah menormalisasi penyitaan, aset siapa pun tidak akan aman. Kekacauan yang terjadi tidak akan menyenangkan atau damai,” kata diplomat senior Iran itu.