Laporan: Dhanis
Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi. Foto: IRNA TODAYNEWS.ID – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyindir Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, terkait klaim penggunaan drone MQ-1 dan MQ-9 milik AS sebagai drone kamikaze di Selat Hormuz.
Sindiran itu disampaikan Mohebbi melalui unggahan di akun X miliknya pada Jumat (7/11/2026). Ia menyinggung banyaknya drone militer AS bernilai jutaan dolar yang diklaim berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, dalam episode terbaru podcast yang diproduksi CENTCOM, Cooper menjelaskan bagaimana militer AS mengubah drone MQ-1 dan MQ-9 yang canggih dan bernilai jutaan dolar menjadi drone kamikaze.
Menanggapi pernyataan tersebut, Mohebbi menyarankan Cooper menggunakan istilah yang lebih tepat. Ia menyebut drone-drone tersebut justru lebih layak disebut sebagai drone bunuh diri.
“Akan lebih baik jika saya katakan seperti ini: Dalam episode podcast CENTCOM ini, saya akan menjelaskan bagaimana kami mengubah drone MQ-1 dan MQ-9 kami yang sangat canggih dan bernilai jutaan dolar menjadi drone bunuh diri!” tulis Mohebbi dalam unggahannya.
Dalam beberapa pekan terakhir, IRGC dan Angkatan Darat Iran mengklaim telah menembak jatuh setidaknya belasan drone MQ-1 dan MQ-9 milik AS di wilayah selatan Iran serta kawasan Selat Hormuz.
Dikutip dari kantor berita Iran, Tasnim, IRGC mengumumkan sistem pertahanan udara canggihnya pada Jumat malam kembali berhasil mencegat dan menghancurkan drone pengintai sekaligus tempur MQ-1 milik AS di atas Pulau Qeshm.
Drone tersebut disebut sebagai MQ-1 ke-16 yang berhasil dihancurkan oleh pertahanan udara Iran.
Selain itu, IRGC mengklaim sistem peperangan elektroniknya berhasil menjatuhkan dua drone pengintai MQM-170 buatan AS di atas Pulau Qeshm. Dengan demikian, jumlah drone jenis tersebut yang dicegat di wilayah itu mencapai enam unit.
Dalam pengumuman terpisah, IRGC juga menyatakan sistem pertahanan udaranya menghancurkan sebuah drone MQ-9 milik AS di bagian timur Selat Hormuz. Insiden tersebut diklaim menambah jumlah drone MQ-9 Amerika yang dijatuhkan oleh pertahanan udara Iran menjadi 55 unit.
IRGC menyebut keberhasilan mencegat sejumlah drone tersebut tidak terlepas dari keunggulan intelijen serta pemantauan berkelanjutan terhadap pergerakan pesawat militer AS dan pola penerbangan pengintaiannya.
Editor: Azis Arriadh