x

Polisi Amankan Pria Aniaya Balita hingga Tewas di Kebayoran Lama

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Nov 2026 20:20 43

TODAYNEWS.ID – Polisi mengamankan seorang pria berinisial AR (22) terkait dugaan penganiayaan yang mengakibatkan balita perempuan berusia satu tahun delapan bulan meninggal dunia di kamar mandi umum dekat Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama AKP Yuri mengatakan penanganan kasus ini berawal dari laporan warga mengenai dugaan kekerasan terhadap anak pada Minggu pagi.

Saat mendatangi kawasan sekitar Stasiun Kebayoran Lama, petugas menemukan seorang pria yang sudah diamankan warga bersama petugas Bhabinkamtibmas.

Pemeriksaan awal kemudian mengarahkan polisi ke Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ibu korban bersama seorang anak lainnya diketahui berada di stasiun tersebut.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa jasad korban telah dikuburkan di kawasan semak-semak sekitar Jalan Taman Bendungan Jatiluhur 5, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tisu dengan bercak darah serta sebuah ember atau bak mandi berwarna hitam.

“Kami mendapat informasi dari warga terkait adanya dugaan kekerasan terhadap anak,” kata Yuri di Jakarta, Minggu.

“Dikarenakan tidak ada biaya untuk mengubur saksi bersama tersangka membawa ke sebuah tempat yang berada di Jalan Taman bendungan Jatiluhur 5, Bendungan Ilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat,” ucapnya.

Yuri menyampaikan bahwa polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang diduga mengetahui peristiwa itu.

Jenazah korban selanjutnya akan menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian dalam kasus ini.

Pemeriksaan dan pengumpulan bukti terus dilakukan untuk mengungkap secara lengkap kronologi peristiwa serta penyebab kematian korban.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA