x

Komisi I Minta Pemerintah Doromg Gencatan Senjata Houti-Arab Saudi

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2026 23:00 31

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan kelompok Houthi di Yaman ke wilayah Arab Saudi.

Ia meminta pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam mendorong penghentian serangan dan mewujudkan gencatan senjata antara kedua pihak.

Keprihatinan tersebut menyusul upaya pertahanan Arab Saudi mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan ke arah wilayahnya pada Minggu (25/10/2026).

Puing-puing rudal yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi, termasuk di Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.

“Saya sangat prihatin dengan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi. Konflik bersenjata seperti ini harus segera dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh.

Menurutnya, pemerintah Indonesia perlu segera mengambil langkah diplomatik untuk mendorong kedua pihak menghentikan serangan militer.

Indonesia juga dapat mengajak negara-negara lain, terutama negara-negara Islam, untuk bersama-sama menyuarakan perdamaian dan mendorong tercapainya gencatan senjata.

Oleh Soleh menilai, Indonesia memiliki kepentingan untuk terus berkontribusi dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah melalui jalur diplomasi, dialog, dan kerja sama internasional.

“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah yang sedang berada atau akan melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Menurutnya, keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Makkah dan Madinah merupakan tujuan utama umat Islam dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga situasi keamanan di kawasan tersebut perlu terus dipantau.

“Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Oleh Soleh meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk memantau perkembangan situasi, memastikan perlindungan WNI, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi keamanan memburuk.

Ia menegaskan, upaya diplomasi perlu diarahkan tidak hanya untuk meredakan ketegangan sesaat, tetapi juga mendorong penyelesaian konflik secara berkelanjutan agar serangan serupa tidak terus berulang.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA