x

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 105 Juta Orang, Pemerintah Dorong Deteksi Dini Penyakit

Laporan: Dhanis

3 minutes reading
Monday, 19 Oct 2026 09:59 28

TODAYNEWS.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif.

Berdasarkan keterangan Kemensetneg, pada Senin (19/10/2026), hingga awal Oktober 2026, sebanyak 105.073.600 penduduk telah mengikuti program tersebut, atau sekitar 80,6 persen dari target 130.344.650 peserta sepanjang tahun ini.

Program CKG menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat mengenali risiko penyakit sejak dini. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Diluncurkan pada 10 Februari 2026 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, CKG menyasar masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Pelayanan diberikan melalui puskesmas, kegiatan berbasis komunitas, serta sekolah. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia dan kebutuhan kesehatan masing-masing peserta.

Program ini sekaligus menandai upaya pemerintah menggeser pendekatan pelayanan kesehatan yang selama ini cenderung berfokus pada pengobatan menjadi lebih mengutamakan pencegahan.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 lalu, menegaskan bahwa CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menekan biaya kesehatan pada masa mendatang.

“Ini (CKG) adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,” kata Prabowo.

Pemerintah memandang pemeriksaan kesehatan sejak dini sebagai langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Kebijakan ini juga sejalan dengan agenda Asta Cita, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial sepanjang hayat.

Prabowo menekankan bahwa CKG bukan sekadar program populis, melainkan kebijakan yang dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara.

Dengan mengetahui risiko penyakit lebih awal, masyarakat diharapkan dapat segera memperoleh penanganan yang sesuai. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mencegah kondisi kesehatan memburuk sekaligus mengurangi kebutuhan biaya pengobatan yang lebih besar.

Jangkauan CKG Terus Meluas

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hingga 29 Desember 2025, sebanyak 70,29 juta penduduk telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Program tersebut telah menjangkau seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Memasuki 2026, jumlah peserta terus bertambah. Hingga akhir Juli, tercatat 73,8 juta penduduk telah menjalani pemeriksaan, terdiri atas 62,7 juta peserta melalui puskesmas dan kegiatan komunitas serta 11,1 juta anak sekolah.

Angka tersebut kembali meningkat hingga awal Oktober 2026, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 105 juta orang. Capaian ini menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Meski demikian, keberhasilan CKG tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang telah menjalani pemeriksaan. Pemanfaatan hasil pemeriksaan untuk mendeteksi risiko penyakit, memperoleh konsultasi, dan menindaklanjuti temuan medis menjadi bagian penting agar program tersebut memberikan manfaat nyata.

Dengan memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan, pemerintah berharap CKG dapat memperkuat fondasi pelayanan kesehatan nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA