Laporan: Afrizal Ilmi
Atlet para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, meraih medali emas Asian Para Games 2026. (Dok. Kemenpora) TODAYNEWS.ID — Atlet para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, menjadikan medali emas Asian Para Games 2026 sebagai pijakan untuk mengejar tiket Paralimpiade Los Angeles 2028. Atlet asal Kabupaten Boyolali itu ingin memanfaatkan kejuaraan internasional sepanjang 2026 dan 2027 untuk mengumpulkan poin kualifikasi.
Evi meraih medali emas nomor 100 meter putri klasifikasi T63 setelah mengungguli dua atlet tuan rumah Jepang, Tomomi Tozawa dan Kaede Maegawa. Final berlangsung di lintasan atletik Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Rabu (21/10/2026).
Atlet yang akrab disapa Evi itu mencatatkan waktu 14,59 detik saat menyentuh garis finis. Meski berhasil menjadi yang tercepat, catatan tersebut masih berada di bawah waktu terbaiknya, yakni 14,26 detik yang dibukukan pada Paralimpiade Paris 2024.
Evi tetap unggul cukup jauh dalam perlombaan gabungan klasifikasi T42 dan T63 tersebut. Tomomi Tozawa finis dengan catatan waktu 16,08 detik, sedangkan Kaede Maegawa mencatatkan waktu 16,67 detik.
Kendati berhasil membawa pulang emas, Evi mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilannya. Ia berharap bisa memperbaiki catatan waktu dan menjadikannya bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Sebenarnya sih masih agak kurang puas karena belum bisa pecah rekor pribadi. Tapi tetap harus disyukuri juga. Yang penting untuk saat ini bisa memenuhi target yaitu memberikan yang terbaik. Mungkin nanti bisa buat evaluasi ke depannya juga,” ucap Evi.
Medali emas tersebut membuat Evi melampaui target awalnya di Asian Para Games 2026. Ia semula hanya menargetkan satu medali, tetapi kini berhasil mengoleksi dua medali dari dua nomor yang diikutinya.
Selain emas nomor 100 meter, Evi meraih medali perunggu pada nomor lompat jauh klasifikasi T42/T44/T61-64. Capaian itu menjadi tambahan berharga setelah ia menjalani persaingan di dua nomor berbeda.
“Kalau targetnya sih sebenarnya paling enggak satu medali, entah emas, perak, atau perunggu. Tapi Alhamdulillah ada bonus juga di lompat jauh kemarin dapat perunggu. Jadi capaian ini sudah Alhamdulillah banget,” tutur Evi.
Evi juga mempersembahkan dua medali tersebut kepada orang-orang yang telah mendukung perjalanan kariernya. Ia secara khusus mengenang almarhum Slamet Widodo, mantan pelatihnya di cabang para atletik, serta menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan masyarakat Indonesia.
“Dua medali ini khususnya untuk Almarhum Pak Slamet Widodo. Beliau adalah pelatih di para atletik juga, pelatih saya. Kemudian yang kedua untuk keluarga, untuk orang tua, dan juga yang terakhir untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Evi.
Karisma Evi Tiarani Bidik Paralimpiade Los Angeles 2028
Setelah menyelesaikan perjuangannya di Asian Para Games 2026, Evi langsung mengarahkan perhatian pada kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia menilai ajang di Nagoya menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Tentu saja (Asian Para Games) salah satunya sebagai batu loncatan karena ini juga bisa menjadi tolak ukur saya, nanti juga untuk evaluasi ke depannya. Tadi kurangnya apa-apa aja gitu,” ungkap Evi.
Evi masih menunggu informasi dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) mengenai kejuaraan yang akan diikutinya untuk mengumpulkan poin kualifikasi. Rangkaian kompetisi tersebut masih didiskusikan bersama pelatihnya.
“Untuk berapa kejuaraannya masih menyusul, karena masih didiskusikan dengan pelatih,” ucapnya.
Ia pun berharap bisa kembali tampil di panggung olahraga terbesar bagi atlet disabilitas tersebut. “Doakan saya semoga masih bisa ikut di Paralimpiade Los Angeles 2028,” imbuh Evi.
Sementara itu, Indonesia juga menambah medali dari nomor 100 meter putra klasifikasi T37 melalui Saptoyogo Purnomo. Ia meraih perak setelah mencatatkan waktu 11,35 detik, sedangkan medali emas menjadi milik atlet Arab Saudi, Ali Alnakhli, dengan waktu 11,31 detik.
Hingga pukul 10.45 WIB, tim para atletik Indonesia telah menyumbangkan dua medali emas, empat perak, dan enam perunggu. Peluang menambah medali masih terbuka karena sejumlah atlet Indonesia dijadwalkan tampil di partai final, termasuk Saptoyogo pada nomor 200 meter T37, 400 meter T37, dan universal relay 4×100 meter.
Editor: Aziz Arriadh