x

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Menkes Minta Kelompok Rentan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Laporan: Akbar Budi Prasetia

2 minutes reading
Saturday, 17 Oct 2026 12:32 42

TODAYNEWS.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat, terutama bayi, balita, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah terdampak.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan upaya perlindungan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak kabut asap. Meski tidak dapat menghentikan sumber asap secara langsung, Kemenkes berupaya memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

“Pesan saya, terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah. Kalau terpaksa keluar, sebisa mungkin biarkan anggota keluarga yang tidak rentan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Budi, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Menurut Budi, paparan asap tidak hanya berisiko mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

Karena itu, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, terutama jenis N95 jika tersedia. Penggunaan kacamata dan pakaian berlengan panjang juga disarankan untuk mengurangi paparan partikel asap.

Selain itu, masyarakat diminta membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah untuk mengurangi paparan partikel yang menempel pada tubuh.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kabut asap berlangsung.

Keluhan seperti batuk, iritasi mata, serta kulit yang mengalami gatal atau iritasi berkepanjangan perlu mendapat perhatian. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Jangan menunggu sampai batuk darah. Kalau mulai batuk, mata mengalami iritasi, atau kulit terus-menerus gatal dan iritasi, segera periksa ke puskesmas terdekat,” tegasnya.

Untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak, Kemenkes memastikan ketersediaan obat-obatan di puskesmas di wilayah yang mengalami kabut asap.

Budi berharap masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan tersebut apabila mengalami keluhan akibat paparan asap, sekaligus tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan selama kondisi belum membaik.

Pembatasan aktivitas di luar rumah, penggunaan alat pelindung ketika harus keluar, serta pemeriksaan dini saat muncul gejala menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA