x

Kemenhut Perkuat Garda Terdepan, 586 Polisi Kehutanan Disiapkan Hadapi Kejahatan Hutan

Laporan: Akbar Budi Prasetia

3 minutes reading
Saturday, 17 Oct 2026 12:01 28

TODAYNEWS.ID — Kementerian Kehutanan memperkuat barisan pengamanan hutan nasional dengan menyiapkan 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari di Pusat Pendidikan Binmas Lemdiklat Polri, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Penambahan personel ini diarahkan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan, meningkatkan deteksi dini terhadap gangguan keamanan, mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan kehutanan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa kelulusan ratusan Polhut tersebut harus diikuti peningkatan nyata dalam perlindungan hutan di wilayah tugas masing-masing.

“Enam puluh hari pendidikan telah selesai, tetapi tugas sesungguhnya dimulai ketika saudara-saudara kembali ke tapak. Penambahan personel dan peningkatan kapasitas Polhut harus menghasilkan perubahan nyata terhadap perlindungan hutan. Jangan sampai jumlah dan kemampuan kita bertambah, tetapi gangguan dan kerusakan hutan justru ikut meningkat,” kata Januanto dalam keterangan yang disampaikan saat penutupan pendidikan, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, keberhasilan pengamanan hutan tidak cukup diukur dari jumlah pelanggaran yang berhasil ditindak. Indikator yang lebih penting adalah meningkatnya keamanan kawasan, menguatnya upaya pencegahan, serta menyempitnya peluang terjadinya kejahatan kehutanan.

Sebanyak 586 personel tersebut berasal dari Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka dipersiapkan untuk menjalankan tugas perlindungan dan pengamanan hutan dengan kemampuan teknis, kedisiplinan, integritas, serta koordinasi lintas sektor.

Andalkan Teknologi untuk Deteksi Dini

Di tengah semakin kompleksnya gangguan terhadap kawasan hutan, penguatan Polhut juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

Selama pendidikan, para personel dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi informasi, pemantauan berbasis spasial, sistem informasi geografis, pesawat nirawak atau drone, serta perangkat pendukung lainnya.

Teknologi tersebut diharapkan membantu Polhut memantau kawasan, mengumpulkan informasi, mendeteksi potensi gangguan sejak dini, dan mempercepat respons terhadap berbagai ancaman di lapangan.

Januanto menekankan bahwa integritas harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan kewenangan sebagai aparat perlindungan hutan. Selain kemampuan teknis, Polhut dituntut mampu membangun kolaborasi dengan kepolisian, TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar hutan.

“Perlindungan hutan membutuhkan sinergi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan, aparat penegak hukum lainnya, dan terutama masyarakat yang hidup di sekitar hutan. Polhut harus mampu menjadi penggerak kolaborasi sekaligus kehadiran negara di tingkat tapak untuk menjaga hutan Indonesia,” ujarnya.

Perkuat Kehadiran Negara hingga Tingkat Tapak

Upacara penutupan pendidikan dipimpin Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol. Herry Heryawan, bersama jajaran Kementerian Kehutanan dan Polri. Pendidikan tersebut merupakan hasil kolaborasi kedua institusi yang berlangsung sejak Agustus 2026.

Herry menegaskan, penguatan Polisi Kehutanan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan perlindungan hutan dan kekayaan hayati Indonesia.

Ia meminta para personel yang telah menyelesaikan pendidikan agar menerapkan kemampuan yang diperoleh, menjaga kejujuran, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pelaksanaan tugas.

Menurut Herry, penguatan Polhut harus memastikan kehadiran negara dalam menjaga kawasan hutan tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan di lapangan.

Setelah kembali ke wilayah penugasan, 586 personel tersebut diharapkan memperkuat patroli, pengamanan kawasan, pencegahan karhutla, deteksi dini, dan penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran sesuai kewenangannya.

Kementerian Kehutanan berharap peningkatan kapasitas dan jumlah personel Polhut dapat mendorong perlindungan hutan yang lebih efektif, sekaligus memperkuat upaya menjaga kelestarian ekosistem dan kekayaan alam Indonesia.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA