Laporan: Azis Arriadh
Penumpang pesawat udara berjalan di jalur kedatangan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Otoritas Bandar Udara (Bandara) Mutiara Sis Al-Jufri Palu menyebut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ditambah dorongan angin kencang (tailwind), menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) terganggu hingga dibatalkan.
”Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6554 rute Makassar-Palu (UPG-PALU) dan ID 6555 rute Palu-Makassar dibatalkan. Pihak maskapai mengambil keputusan pembatalan setelah menunggu dan memperhatikan kondisi cuaca yang belum membaik,” kata Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Winariyanto, di Palu, Sabtu.
Winariyanto menjelaskan, pembatalan tersebut diputuskan oleh pihak maskapai dengan mengutamakan keselamatan penerbangan setelah kondisi cuaca dinilai belum menunjukkan perbaikan.
Selain penerbangan Batik Air, cuaca buruk akibat dorongan angin dari arah teluk juga berdampak pada operasional Lion Air dengan nomor penerbangan JT 780.
Pesawat tersebut sempat melakukan prosedur gagal mendarat (go-around) sebelum akhirnya kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB) di Makassar pada Jumat (17/10) pukul 19.01 WITA. Keputusan itu diambil setelah pesawat menghadapi embusan angin belakang dengan kecepatan mencapai 20 knot.
Winariyanto mengatakan, operasional penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri kerap menghadapi dua kendala utama, yakni jarak pandang yang berada di bawah standar minimum pendaratan akibat sebaran kabut asap serta dorongan angin belakang ketika pesawat hendak mendarat.
”Saat ini kondisi jarak pandang di Bandara Mutiara terpantau fluktuatif, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer,” ujarnya.
Dampak cuaca ekstrem juga memengaruhi penerbangan antardaerah di Sulteng. Pesawat Wings Air dengan rute Palu-Tolitoli dipastikan batal terbang karena jarak pandang di Bandara Tolitoli menurun hingga di bawah batas aman penerbangan akibat kabut asap.
“Kami mengimbau para pengguna jasa transportasi udara memaklumi situasi gangguan cuaca dan terus memperbarui informasi jadwal keberangkatan melalui perwakilan maskapai terkait,” ujar Winariyanto.
Editor: Azis Arriadh