x

Siswa SMA Hadirkan 900+ Perenang dari 375 Sekolah di GBK: Kejar Rekor MURI!

waktu baca 4 menit
Kamis, 15 Okt 2026 22:20 30

TODAYNEWS.ID – Lebih dari 900 perenang dari 375 sekolah siap bersaing di BINUS Cup XI Swimming Championship di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10). Kejuaraan bentukan siswa SMA BINUS School Simprug di bawah kepemimpinan Sebastian Sudirman yang merupakan Ketua Panitia Lomba Renang BINUS Cup XI Swimming Championship ini, khusus untuk perenang Sekolah Dasar, SMP, SMA. Kejuaraan ini sekaligus menjadi upaya pemecahan Rekor MURI.

Menurut Sebastian Sudirman, yang kini duduk di kelas 11 SMA, kejuaraan dilaksanakan sebagai wadah pembibitan atlet renang muda antarsekolah sekaligus meningkatkan kesadaran dan minat anak-anak terhadap olahraga renang.

“Kompetisi ini terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah. Melalui kejuaraan ini peserta mendapat pengalaman bertanding resmi, kesempatan mengukur kemampuan diri, dan ruang untuk menjunjung sportivitas. Peserta paling muda dan yang baru pertama kali bertanding pun dapat merasakan berlomba di arena yang sama dengan atlet nasional,” jelas Sebastian.

Lanjut Sebastian, dalam perlombaan para perenang muda ini dibagi menjadi beberapa kelompok umur, mulai Kelompok umur (KU): SD 1–3, SD 4–6, SMP 1–3, dan SMA 1–3. Nomor lomba berupa perorangan dan estafet. Mereka akan bersaing di kolam renang dengan panjang 25 meter (short course), sebanyak 10 lintasan, dengan sistem heat.

“Pemenang akan mendapatkan medali Heat Winner untuk juara 1 setiap heat, penghargaan Event Winner untuk setiap nomor, dan sertifikat untuk seluruh peserta,” katanya.

3f9f5745-a6d0-4d46-92e0-cc4aaeed24c7

Ketua Panitia Lomba Renang BINUS Cup XI Swimming Sebastian Sudirman saat memebrikan undangan kepada coach renang. Foto: Panitia BINUS Cup XI Swimming

Sebastian mengatakan bahwa untuk menghadirkan kejuaraan renang antarsekolah ini butuh perjuangan ekstra. Ini karena lomba renang antarsekolah sebesar ini jarang sekali digelar oleh siswa SMA.

“Bagi saya, kenyataan ini tantangan. Saya bertanya pada diri sendiri, kenapa Jakarta tidak punya panggung renang antarsekolah yang terbuka untuk semua?” ujar Sebastian.

“Banyak yang meragukan kami. Saya memilih untuk membuktikannya lewat tindakan, bukan kata-kata,” lanjut Sebastian.

Kata Sebastian, ide kompetisi ini lahir dari pengalamannya sebagai atlet renang. Ia pernah bertanding di tingkat internasional di Singapura dan Malaysia serta meraih juara 2 di Jakarta Open Championship dan juara 3 di KRAPDA.

Sebastian melihat bahwa kompetisi renang antarsekolah bergengsi seperti IASAS (Interscholastic Association of Southeast Asia Schools) hanya dapat diikuti oleh sejumlah kecil sekolah internasional.

0f5e4385-6176-4b9f-b0e0-bd9086721da2

0f5e4385-6176-4b9f-b0e0-bd9086721da2

Sebastian menjelaskan bahwa gagasan membuat lomba renang antarsekolah tidak langsung disambut. Guru dan teman-teman sebaya meragukan apakah seorang siswa SMA mampu menggelar kompetisi berskala besar. Berbagai rintangan juga muncul di setiap tahap persiapan.

Ia pun turun tangan langsung, mendatangi klub-klub renang, sekolah, dan para pendukung satu per satu untuk menggalang dukungan. Perjuangan itu dipikul bersama timnya. Ada malam ketika tim bekerja hingga pukul 4 pagi demi menyelesaikan poster promosi, sementara seluruh panitia tetap membagi waktu dengan kewajiban sekolah.

“Semua ini tidak akan terwujud tanpa panitia yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya. Saya ingin berterima kasih kepada setiap anggota panitia: Annabelle, Preston, Stefan, Sadie, Kyra, Lindy, Diana, Eirene, Morgan, Adindia, Karen, Tara, Richard, Miro, Aishi, Saladin, serta seluruh panitia Renang. Pencapaian ini milik kita semua,” tuturnya.

Menurut Sebastian, kejuaraan ini tidak akan hanya diramaikan oleh peserta renang. Penonton juga dipercaya akan menyaksikan lomba renang antarsekolah ini. Diprediksi 3 ribu penonton akan menyaksikan aksi perenang muda ini.

Sebastian menjelaskan, lomba renang ini hanya dilakukan dalam sehari. Lebih dari 900 perenang muda akan bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam sehari. Hasilnya juga akan diverifikasi langsung oleh pihak MURI pada hari pelaksanaan.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak sehingga pelaksanaan lomba renang ini bisa berjalan sesuai rencana. Kejuaraan ini juga menjadi upaya pemecahan Rekor MURI untuk kategori ‘Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari’,” terang Sebastian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa remaja mampu mewujudkan hal-hal besar ketika diberi kesempatan sekaligus menunjukkan bahwa siswa dapat berprestasi di bidang akademik dan non-akademik secara bersamaan,” jelasnya.

“Dulu ini hanya mimpi. Sekarang, pada 31 Oktober nanti, ratusan anak dari berbagai sekolah akan berenang di panggung yang dulu kami bayangkan,” ucap Sebastian.

Pilkada & Pilpres

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor