Laporan: Dhanis
Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin. Foto: Dok. Fraksi PKB TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, meminta pemerintah memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung berbulan-bulan, termasuk mempertimbangkan bantuan luar negeri untuk mempercepat penanganan kebakaran.
“Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Pemerintah harus mengerahkan seluruh kemampuan yang ada dan tidak perlu ragu mempertimbangkan bantuan negara lain apabila itu dapat mempercepat pemadaman,” kata Syafruddin di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut Syafruddin, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Kabut asap mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan, serta mengganggu aktivitas belajar dan bekerja.
“Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, apalagi gengsi. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana api segera dipadamkan dan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih,” ujarnya.
“Kalau ada negara sahabat yang memiliki teknologi, peralatan, atau kapasitas yang bisa membantu, pemerintah perlu mempertimbangkannya secara serius,” tegas legislator asal Kalimantan Timur tersebut.
Ia menilai, bantuan internasional berupa pesawat pemadam, teknologi pemantauan titik api, peralatan, dan tenaga ahli dapat memperkuat kapasitas nasional, terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Syafruddin meminta pemerintah mengevaluasi kebutuhan di setiap wilayah terdampak dan memastikan petugas memperoleh peralatan, logistik, serta perlindungan yang memadai. Jika kemampuan dalam negeri belum mencukupi, tawaran bantuan dari negara sahabat perlu segera ditindaklanjuti.
“Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi ini dengan sumber daya yang terbatas. Negara harus memastikan mereka mendapatkan peralatan, dukungan logistik, teknologi, dan perlindungan yang memadai,” katanya.
“Jika bantuan dari luar negeri dibutuhkan untuk memperkuat upaya tersebut, jangan sampai kesempatan itu terhambat oleh birokrasi yang berlarut-larut,” lanjut politikus PKB itu.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa salah satu negara yang disebut telah menyatakan kesiapan membantu Indonesia memadamkan karhutla adalah Singapura.
Syafruddin pun meminta pemerintah menindaklanjuti setiap tawaran bantuan secara cepat, terukur, dan transparan, dengan mempertimbangkan jenis dukungan yang paling dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman.
“Semua pilihan yang dapat mempercepat pemadaman harus dikaji secara serius. Prioritas kita adalah menghentikan kebakaran, melindungi masyarakat, dan memulihkan lingkungan,” pungkasnya.
Editor: Azis Arriadh