x

DPR Minta Kesehatan Anak dan Keberlanjutan Pendidikan Dijamin saat Karhutla

Laporan: Dhanis

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Okt 2026 19:04 28

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, mengingatkan pentingnya melindungi kesehatan anak dan memastikan keberlanjutan pendidikan di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus menjamin peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman dan berkualitas.

Berdasarkan laporan BNPB per 12 Oktober 2026, lahan terbakar yang masih dalam penanganan mencapai 639,23 hektare di enam provinsi prioritas. Kebakaran terluas terjadi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan luas sekitar 513,89 hektare.

“Melindungi anak dari karhutla berarti menjaga kesehatan mereka sekaligus memastikan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Ia pun mengapresiasi terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap karhutla.

Pedoman tersebut mengatur penyesuaian pembelajaran berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), dengan mengutamakan keselamatan warga sekolah.

Kurniasih menegaskan, penghentian sementara pembelajaran tatap muka saat kualitas udara membahayakan harus diikuti penyediaan alternatif belajar. Sekolah tidak boleh membiarkan peserta didik kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan internet, perangkat digital, maupun fasilitas pendidikan.

Data Kemendikdasmen per 1 September 2026 mencatat sebanyak 12.874 satuan pendidikan dengan sekitar 1,43 juta peserta didik di enam provinsi menjalankan pembelajaran dari rumah melalui moda pengganti.

Karena itu, ia mendorong Kemendikdasmen, dinas pendidikan, dan sekolah menyediakan modul cetak, lembar kegiatan belajar, serta pendampingan guru yang disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak.

Selain menjaga akses pendidikan, koordinasi dengan layanan kesehatan juga diperlukan untuk memantau kondisi peserta didik dan mengurangi risiko paparan asap. Perhatian khusus harus diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, peserta didik dengan penyakit penyerta, serta keluarga yang memiliki keterbatasan fasilitas belajar.

Legislator dari Fraksi PKS itu juga meminta sekolah menyiapkan pemulihan pembelajaran setelah kualitas udara membaik, termasuk memetakan materi yang belum dikuasai siswa agar tidak terjadi ketimpangan capaian belajar.

“Ketika kondisi udara membaik dan anak-anak kembali ke sekolah, kita harus memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan belajar selama masa karhutla,” tegasnya.

Ia berharap perlindungan kesehatan dan keberlanjutan pendidikan menjadi bagian tak terpisahkan dari penanganan karhutla, sehingga keselamatan anak dan hak mereka memperoleh pendidikan tetap terjamin.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor