x

Kasus Keracunan MBG Terus Berulang, PKS Minta BGN Terapkan Zero Accidents dan Full Accountability

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 13:46 41 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid, menyoroti sejumlah rentetan kasus keracunan yang masih terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kholid yang Anggota DPR RI itu meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menjadikan kasus-kasus tersebut sebagai alarm untuk memperkuat keselamatan dan tata kelola program.

Menurutnya, MBG sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia harus dijalankan dengan standar keselamatan dan tata kelola yang tinggi.

Ia menekankan kepada BGN agar menerapkan dua prinsip dalam pelaksanaan program MBG, yakni Zero Accidents dan Full Accountability.

“Standar kita harus jelas: Zero Accidents dan Full Accountability. Anak-anak harus aman. Setiap risiko yang dapat dicegah harus dicegah. Dan ketika terjadi persoalan, sistem harus bertanggung jawab,” kata Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Kholid, BGN perlu segera mengevaluasi pelaksanaan MBG menyusul sejumlah kasus yang terjadi. Ia juga meminta tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pelaksana di tingkat lapangan apabila ditemukan pelanggaran.

Namun, evaluasi disebut tidak boleh hanya berhenti pada pelaksana di lapangan. BGN juga harus mengevaluasi sistem, standar, pengawasan, hingga mekanisme pengendalian risiko.

“Jangan setiap terjadi persoalan, evaluasi hanya berhenti di lapangan. BGN harus memastikan standar, sistem pengawasan, dan mekanisme pengendalian risikonya benar-benar mampu mencegah persoalan yang sama terulang,” ujarnya.

Kholid juga menilai pergantian kepemimpinan di BGN harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Menurutnya, kepemimpinan baru harus belajar dari berbagai kasus yang terjadi sebelumnya.

“Kepemimpinan baru harus belajar dari berbagai kasus pada masa sebelumnya. Jangan sampai yang berubah hanya orangnya, sementara kelemahan sistem dan kesalahan yang sama terus berulang,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa prinsip Zero Accidents harus diterjemahkan ke dalam sistem pencegahan risiko, termasuk melalui penguatan standar keamanan pangan, pengawasan, deteksi dini, mitigasi risiko, dan evaluasi secara berkala.

Sementara prinsip Full Accountability, lanjut Kholid, harus diterapkan dalam penanganan setiap insiden. Pertanggungjawaban tidak boleh hanya dibebankan kepada pelaksana di tingkat bawah, tetapi harus mencakup seluruh rantai tata kelola.

“Ketika terjadi persoalan, jangan hanya mencari siapa yang salah di lapangan. Harus dilihat juga apakah ada kelemahan dalam sistem, standar, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Anak harus aman dan sistem harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih jauh, Kholid menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk dukungan konstruktif PKS terhadap keberhasilan program MBG. Dia berharap BGN dapat memperkuat sistem agar program tersebut berjalan aman dan berkualitas.

“Kami ingin MBG berhasil. Justru karena ini merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan menyangkut masa depan generasi Indonesia, sistemnya harus semakin kuat. Anak-anak harus menerima makanan yang bergizi, berkualitas, dan aman,” pungkas Kholid.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor