x

Pemerintah Restrukturisasi Utang Whoosh Dicicil Hingga 80 Tahun

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 10:50 60 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah menyiapkan skema pengelolaan kewajiban Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh setelah utangnya direstrukturisasi. Pembayaran kewajiban tersebut akan berlangsung hingga 80 tahun dengan cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan besaran cicilan tahunan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah. Pertimbangan itu digunakan untuk menentukan lembaga yang akan menangani kewajiban proyek Whoosh.

Pemerintah masih mengkaji sejumlah opsi untuk mengelola kewajiban tersebut. Pilihannya antara lain melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA).

“Total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Ia menyebut cicilan tahunan berada di kisaran Rp1 triliun atau sedikit di bawahnya.

Menurut Purbaya, besaran cicilan tersebut masih memungkinkan untuk dikelola. Karena itu, pemerintah tidak menutup kemungkinan hanya menggunakan satu lembaga untuk menangani pembayaran kewajiban Whoosh.

“Ada kemungkinan mungkin kita pakai SMI dan INA, atau mungkin satu juga,” jelas Purbaya. Ia menilai satu SMV di bawah Kementerian Keuangan berpotensi cukup untuk menangani pembayaran proyek.

Purbaya mengatakan pemerintah akan melihat kebutuhan pengelolaan kewajiban tersebut. Kemampuan pembayaran setiap tahun juga menjadi pertimbangan sebelum menentukan lembaga yang bertanggung jawab.

Pengelolaan kewajiban Whoosh sebelumnya berada dalam tanggung jawab Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Pemerintah kini menyiapkan proses pengalihan tanggung jawab tersebut kepada Kementerian Keuangan.

Proses serah terima pengelolaan kewajiban dari Danantara kepada Kementerian Keuangan ditargetkan berlangsung pada 15 September 2026. Setelah pengalihan dilakukan, pemerintah akan menentukan lembaga pengelola berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pembayaran.

Purbaya menilai struktur pembayaran hasil restrukturisasi membuat kewajiban Whoosh dapat dikelola secara bertahap. Tenor panjang membuat pemerintah tidak harus menanggung pembayaran dalam jumlah besar dalam satu waktu.

Dengan skema tersebut, cicilan kewajiban Whoosh akan dibayarkan dari tahun ke tahun. Pemerintah masih menentukan lembaga yang akan menangani mekanisme pembayaran tersebut.

Sementara itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional sejak 2016. Proyek tersebut memiliki jalur sekitar 142 kilometer yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi secara komersial pada 2023. Setelah restrukturisasi, pemerintah kini menyiapkan skema pengelolaan kewajiban dengan tenor hingga 80 tahun dan cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor