x

BMKG Ungkap Penyebab Dentuman di Bandung Raya Bukan Gempa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 21:53 100 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara dentuman yang terdengar di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari bukan berasal dari aktivitas gempa bumi.

Kepastian itu disampaikan BMKG setelah melakukan analisis terhadap sejumlah parameter, mulai dari data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga pemantauan magnet bumi.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai suara dentuman yang terdengar berulang sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

“Hasil analisis data pemantauan kegempaan BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya pada rentang waktu tersebut,” kata Suaidi dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Sabtu (5/9/2026).

Dengan demikian, BMKG memastikan tidak ada aktivitas gempa bumi yang dapat dikaitkan dengan suara dentuman tersebut.

BMKG juga memeriksa aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan data Lightning Detector, aktivitas petir di kawasan Bandung Raya terpantau relatif rendah dan tidak signifikan.

“Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat. Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujarnya.

Cuaca Bandung Raya Cerah

Selain itu, kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya saat dentuman terdengar secara umum terpantau cerah. Angin juga bergerak konsisten dari arah timur ke barat.

Kondisi tersebut dinilai tidak menunjukkan adanya fenomena cuaca ekstrem lokal yang dapat menjadi pemicu suara dentuman.

BMKG turut mengkaji kemungkinan suara dentuman berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Aktivitas erupsi gunung tersebut terdeteksi melalui citra satelit dan peningkatan aktivitas petir di sekitar gunung.

Namun, BMKG menilai kemungkinan suara erupsi Gunung Anak Krakatau merambat hingga Bandung Raya sangat kecil.

Pasalnya, arah angin saat kejadian bergerak dari timur ke barat sehingga memperkecil peluang perambatan gelombang suara erupsi menuju Bandung.

“Sehingga sumber suara dentuman diduga kuat berasal dari sumber lain yang masih memerlukan kajian mendalam,” kata Suaidi.

Ada Anomali di Pulau Sebesi dan Magnet Bumi

Di tengah penyelidikan, BMKG menemukan sejumlah anomali yang kini menjadi bahan analisis lebih lanjut.

Instrumen BMKG di Pulau Sebesi merekam anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB. Sementara itu, stasiun magnet bumi di Sukabumi (SKB) dan Serang (SRG) mencatat gangguan magnetik internal bumi pada periode Jumat (4/9) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (5/9) pukul 02.00 WIB.

BMKG tidak menemukan adanya aktivitas badai matahari pada periode tersebut.

Meski demikian, BMKG menegaskan temuan anomali tersebut belum dapat dikaitkan secara langsung dengan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” tutur Suaidi.

Stasiun Geofisika Bandung masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan atmosfer. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus diperkuat untuk mengungkap sumber dentuman tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi spekulatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

49 minutes ago
1 day ago
2 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor