Rangkaian kereta rel listrik (KRL) tiba di Stasiun Bogor. Foto: Facebook/Commuterline TODAYNEWS.ID — Stasiun Karet tidak lagi melayani naik dan turun penumpang Commuter Line Jabodetabek mulai Selasa (1/9/2026). Penghentian layanan tersebut dilakukan karena adanya pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
Pekerjaan integrasi dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Selama proses tersebut, pengguna Commuter Line yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet dapat mengakses layanan melalui Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan pekerjaan integrasi dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas harian pengguna Stasiun Karet. Proses tersebut juga disiapkan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan penumpang.
“Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun,” kata Purnomo dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).
Integrasi stasiun dikerjakan KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui pembenahan alur penumpang, penguatan keselamatan operasi, serta perbaikan akses di kawasan stasiun.
Pengguna yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet nantinya dapat menggunakan selasar di sisi Stasiun Karet untuk menuju Stasiun BNI City. Akses tersebut disiapkan sebagai bagian dari konektivitas kedua stasiun.
Fasilitas berupa gate elektronik, loket, dan hall di sisi barat Stasiun BNI City juga telah dipasang. Fasilitas tersebut nantinya akan terhubung dengan akses dari sisi Stasiun Karet.
Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang yang melalui kawasan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Dengan adanya integrasi tersebut, perjalanan Commuter Line Cikarang tidak mengalami perubahan.
Perubahan hanya terjadi pada lokasi naik dan turun penumpang. Pengguna yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet akan diarahkan untuk naik dan turun melalui Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Sementara itu, layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City tidak mengalami perubahan. Layanan naik dan turun penumpang Basoetta tetap berjalan sesuai pola pelayanan yang berlaku saat ini.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Stasiun Karet mencatat 2,17 juta penumpang yang naik dan 2,12 juta penumpang yang turun. Pada periode yang sama, Stasiun BNI City atau Sudirman Baru mencatat 940.478 penumpang naik dan 662.808 penumpang turun.
Secara keseluruhan, kedua stasiun tersebut mencatat sekitar 5,9 juta aktivitas naik dan turun penumpang Commuter Line Jabodetabek selama Januari-Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas penumpang di kawasan yang nantinya terhubung melalui integrasi stasiun.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan integrasi tersebut nantinya akan menghadirkan fasilitas layanan yang lebih baik. Penataan kawasan juga mencakup aksesibilitas dari sisi Stasiun Karet hingga terowongan Kendal.
“Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal,” ujar Karina.
KAI Commuter juga menyiapkan petugas dan berbagai fasilitas informasi untuk membantu pengguna beradaptasi dengan perubahan pola perjalanan. Petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, serta pengaturan arus penumpang akan disiapkan selama proses pekerjaan berlangsung.
“Ini semua kami siapkan juga agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik pengguna Commuter Line. Jadi, kami tetap mengupayakan agar semua tetap berjalan lancar,” tambahnya.
KAI Commuter mengimbau pengguna yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet untuk menyesuaikan pola perjalanan selama pekerjaan integrasi berlangsung. Penumpang dapat menggunakan Stasiun BNI City atau Sudirman Baru sebagai alternatif selama periode tersebut.