x

Karhutla di KKOP Bandara Haji Asan Sampit Dapat Penanganan Ekstra

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 13:00 23 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendapat penanganan ekstra karena berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

“Kemarin kita kembali melakukan pemadaman karhutla, kali ini lokasinya masuk di kawasan KKOP bandara, di sekitar ujung landasan Bandara Haji Asan Sampit,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Kamis.

Karhutla tersebut tepatnya terjadi di sekitar Jalan Tjilik Riwut kilometer 6 arah Sampit-Palangka Raya. Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran area yang terbakar berupa lahan gambut dan semak belukar yang mengering selama musim kemarau.

Irawati mengatakan, dirinya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kebakaran yang cukup besar di sekitar ujung landasan Bandara Haji Asan Sampit serta keterbatasan armada pemadaman.

Ia kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim untuk segera mengerahkan personel dan armada tambahan ke lokasi.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi perhatian serius karena titik kebakaran berada di kawasan KKOP yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Terlebih, pada saat kejadian dijadwalkan ada kedatangan pesawat Super Air Jet ke Kota Sampit.

Irawati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam upaya penanganan kebakaran, termasuk TNI dan Polri yang turut mengerahkan personel guna mempercepat proses pengendalian api.

Kolaborasi Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim bersama personel tambahan serta armada dari Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim dan relawan berhasil mengendalikan api yang sempat membesar.

Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan dan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain turut berada di lokasi untuk memantau proses pemadaman. Jajaran Korem 102/Pjg juga ikut turun memantau penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Irawati bahkan turut membantu mengamankan arus lalu lintas ketika kabut asap cukup pekat menyelimuti ruas jalan di sekitar lokasi kebakaran hingga mengganggu jarak pandang para pengendara.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan penanganan karhutla di kawasan KKOP membutuhkan upaya lebih dibandingkan lokasi lainnya karena aspek keselamatan penerbangan menjadi perhatian utama.

“Penanganan di kawasan KKOP memang agak ekstra karena bagaimana transportasi udara tetap bisa jalan seperti biasanya,” ujar Multazam.

Ia menjelaskan, selain titik di sekitar Jalan Tjilik Riwut kilometer 6, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap kebakaran di Jalan Jaksa Agung yang masih berada dalam kawasan KKOP.

Titik api di Jalan Jaksa Agung saat ini berjarak sekitar 500 hingga 550 meter dari pinggir jalan sehingga menyulitkan pengerahan unit pemadam. Kondisi itu semakin sulit karena vegetasi berupa hutan sekunder dan pionir membatasi pergerakan pasukan di darat.

“Untuk penanganan itu memang agak panjang, karena di dalamnya ada hutan-hutan sekunder atau pionir-pionir baru hutan, sehingga pergerakan pasukan darat memang kesulitan,” ungkapnya.

Selain akses yang sulit, kondisi lahan gambut yang cukup tebal membuat api berpotensi menjalar di bawah permukaan. Karena itu, proses pemadaman membutuhkan suplai air lebih banyak serta waktu penanganan yang lebih panjang.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor