x

NU Jangan Sampai Berada dalam Kendali Kekuasaan

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Agu 2026 23:00 34 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID — Pengamat politik Ujang Komarudin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar harus senantiasa menjaga independensinya. Ia mengingatkan agar NU tidak berada dalam kendali atau terkooptasi oleh kepentingan kekuasaan politik.

“Kalau NU tidak bisa dikendalikan oleh kekuasaan atau oleh negara, maka negara bisa guncang. NU sebagai salah satu kekuatan negara. Karena itu, jangan sampai NU berada dalam kendali kekuasaan,” ujar Ujang saat Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk ‘Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU’ di Resto Trisnoku, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Ujang menilai, dengan jumlah warga dan jaringan yang besar, NU memiliki peran krusial dalam pemberdayaan umat serta menjaga fungsi-fungsi keadilan sosial. Menurutnya, keterlibatan yang terlalu jauh dalam politik praktis justru berpotensi mengganggu fungsi utama keormasan tersebut.

Ia pun mendorong lahirnya gagasan “new NU”—sebuah format gerakan di mana NU tidak terkooptasi oleh kekuasaan, melainkan fokus memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Menyongsong Muktamar NU yang diselenggarakan pada akhir Agustus 2026 ini, Ujang berharap warga NU dapat memilih figur Rais Aam yang memiliki kapasitas keulamaan yang kuat dan mampu menjaga moral serta marwah organisasi.

“Kalau itu terkooptasi oleh kekuasaan, maka mohon maaf, NU akan sama dengan organisasi masyarakat lainnya yang berada dalam kendali kekuasaan,” tegasnya.

Ujang menambahkan, menjaga jarak dari politik kekuasaan bukan berarti NU bersikap anti-pemerintah. Sebaliknya, independensi tersebut diperlukan agar NU tetap dapat menjalankan fungsi moralnya secara objektif demi kepentingan publik dan umat secara luas.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 days ago
7 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor