x

Dari Clairefontaine ke Kudus, Jalan Panjang Srikandi Muda Indonesia Menempa Diri

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 14:33 31 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Timnas Putri Indonesia U-17 mendapat kesempatan menjalani pembinaan melalui dua panggung berbeda sepanjang 2026. Para pemain muda itu sebelumnya berlatih di Clairefontaine, Prancis, sebelum tampil di Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus.

Pemusatan latihan di Clairefontaine berlangsung pada 3-9 Mei 2026. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi PSSI dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Setelah dari Prancis, para pemain kembali mendapat pengalaman internasional di tanah air. Mereka kini menguji kemampuan menghadapi sejumlah negara Asia dalam turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus.

Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 digelar pada 14-23 Agustus 2026. Turnamen tersebut mempertemukan delapan tim dari tujuh negara Asia.

Indonesia mengirimkan dua tim dalam ajang tersebut. Garuda Pertiwi ditangani Timo Scheunemann, sedangkan Putri Nusantara dilatih Takumi Taniguchi.

Selain Indonesia, turnamen ini diikuti Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi. Persaingan tersebut memberikan kesempatan kepada pemain muda Indonesia untuk mengukur kemampuan melawan lawan dari berbagai negara.

Srikandi Merdeka Cup juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola putri secara berjenjang. PSSI menghubungkan turnamen tersebut dengan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League hingga menuju level tim nasional.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai pengalaman bertanding memiliki arti penting dalam proses pembinaan pemain muda. Ia menyebut evaluasi tidak hanya mencakup kemampuan teknis dan taktik, tetapi juga pola hidup, sikap, mentalitas, serta kesiapan menghadapi tekanan.

“Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus mendorong pengembangan timnas putri,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, dukungan tersebut diberikan melalui pengalaman bertanding di dalam maupun luar negeri.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Ayla Dva Khala Ahisma yang menjadi bagian dari Garuda Pertiwi. Pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League itu menilai pengalaman di Prancis dan Kudus saling melengkapi.

“Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional,” kata Ayla. Ia menyebut pengalaman tersebut membuat para pemain semakin terdorong untuk belajar dan bekerja keras.

Ayla juga melihat pertandingan internasional sebagai kesempatan memahami tuntutan sepak bola pada level yang lebih tinggi. Proses pembinaan berjenjang dinilainya membantu pemain berkembang sejak kompetisi usia dini hingga mendapatkan kesempatan bersama tim nasional.

Perjalanan dari Clairefontaine menuju Kudus menunjukkan kesinambungan pembinaan pemain putri Indonesia pada level usia muda. Dua pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses untuk membentuk pemain yang lebih siap menghadapi persaingan internasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor