x

BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan M7,7 Flores, Berpotensi Berlangsung hingga 4 Minggu

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 09:54 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas gempa susulan pasca-gempa bumi utama M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 4.258 kejadian hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Dari total kejadian tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0. Adapun gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 3-4 minggu ke depan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi. Polanya juga belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.

“Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

BMKG memperkirakan rangkaian gempa susulan tersebut masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu. Menurut Wijayanto, fase awal aktivitas aftershock masih menunjukkan pola temporal yang kompleks.

Sejumlah gempa susulan juga dirasakan kuat oleh warga. BMKG mencatat gempa M5,6 pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB yang menimbulkan guncangan dengan intensitas IV-VI MMI.

Kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB terjadi gempa M5,8. Gempa M5,8 kembali terjadi pada pukul 09.47 WIB.

Gempa-gempa tersebut menyebabkan kerusakan susulan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak. Selain itu, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik.

Gempa Susulan Membentuk Sejumlah Klaster

Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak tersebar secara homogen. Aktivitas tersebut justru membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan memanjang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Aktivitas gempa juga mengalami perubahan dari hari ke hari. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, gempa tersebar relatif merata di seluruh klaster, dari wilayah timur hingga barat.

Namun, memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sementara aktivitas di klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.

BMKG Pantau Gempa 24 Jam

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa secara real-time selama 24 jam. Analisis dilakukan terhadap jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai perkembangan gempa dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat serta instansi terkait.

BMKG mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB,” ujar Wijayanto.

Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa dapat diakses masyarakat melalui kanal media sosial resmi BMKG, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor