x

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M7,7 Guncang Flores

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 13:18 43 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Meski peringatan berakhir pada pukul 07.30 WIB, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena gempa susulan masih terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Pendataan mengenai korban maupun kerusakan hingga kini masih dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP. Panjaitan, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. “Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.

Pemantauan awal menunjukkan guncangan gempa merusak sejumlah bangunan dan fasilitas di Maumere, Manggarai Barat, serta Labuan Bajo. Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh, sedangkan fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo turut mengalami kerusakan.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault). Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT atau sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Setelah melakukan pemantauan terhadap dinamika tinggi muka laut, BMKG menyatakan tidak ditemukan lagi ancaman tsunami yang membahayakan masyarakat. “BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu (15/8).

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut hingga pukul 07.07 WIB telah terdeteksi 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,6 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dirasakan masyarakat.

“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” terang Wijayanto.

Stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di 10 titik pesisir. Gelombang tersebut terdeteksi di Sikka setinggi 0,20 meter pada pukul 05.03 WIB, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB, Flores Timur 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB, dan Labuan Bajo 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.

Gelombang tertinggi tercatat di Maurole-Ende dengan ketinggian 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Tsunami juga terpantau di Dompu setinggi 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, serta Kolaka 0,23 meter.

Dampak guncangan dirasakan dalam beberapa tingkat skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI). Guncangan dengan skala V MMI (membangunkan banyak orang tidur dan terasa oleh hampir semua penduduk) dirasakan masyarakat di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng. Sementara skala VI MMI (mengejutkan semua penduduk hingga berlari keluar) dirasakan di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan informasi kerusakan diperoleh melalui pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang dan koordinasi dengan BPBD setempat. “Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” tambahnya.

Nelly menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dan kerusakan akibat gempa tersebut. “Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly.

BMKG terus memonitor gempa bumi susulan dan dinamika tinggi muka laut secara real-time. Masyarakat diimbau tetap tenang, menyaring informasi untuk menghindari hoaks, menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktur, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor