x

Dari Peringkat 8 hingga Emas, Plot Twist Hani di Asian Games 2026

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 14:07 40

TODAYNEWS.ID — Nurisa Dian Ashrifah tidak datang ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan target muluk. Pemanah Indonesia berusia 20 tahun itu hanya ingin menikmati pertandingan dan menembak dengan nyaman.

Keinginan sederhana tersebut justru berujung pada pencapaian terbesar dalam debutnya di Asian Games. Nurisa atau Hani berhasil merebut medali emas nomor compound individual putri setelah menaklukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco.

Pertandingan final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square berlangsung ketat. Hani akhirnya menang dengan skor 139-137 dan memastikan emas untuk Indonesia.

“Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya,” kata Hani.

Perjalanan menuju podium tertinggi tidak dimulai dengan posisi ideal. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang itu hanya berada di peringkat kedelapan dengan torehan 701 poin.

Hani tidak menjadikan posisi tersebut sebagai beban. Dia memilih menjalani setiap pertandingan satu per satu dan membiarkan hasil mengikuti proses yang dijalani.

“Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasilnya mengikuti. Ternyata di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan,” ujarnya.

Babak berikutnya mempertemukan Hani dengan wakil India, Chikitha Taniparthi. Lawannya datang dengan modal dua medali emas dari nomor beregu putri dan mixed team Asian Games 2026.

Pertandingan berlangsung di bawah matahari pagi yang berada tepat di depan arah tembak. Hani merasa terbantu karena mengenakan topi sehingga tetap mampu mengarahkan anak panah ke sasaran.

Ujian berikutnya datang dari wakil Korea Selatan, Oh Yoohyun. Yoohyun sebelumnya tampil konsisten dan beberapa kali mencatatkan perfect score.

Hani kembali memilih pendekatan yang sama. Dia tidak ingin memikirkan catatan lawan dan hanya fokus menjalankan tembakannya.

“Dia (Oh Yoohyun) kemarin mainnya bagus, perfect score terus. Jadi saya tidak berekspektasi. Ya sudah, nembak saja,” tutur Hani.

Kondisi pertandingan kemudian berubah ketika angin kencang mulai bertiup di sekitar venue. Hani sempat panik karena sebelumnya kondisi angin relatif tenang.

“Dari tadi belum ada angin, bahkan dari kemarin belum ada angin. Baru hari ini panas, matahari datang, kemudian angin,” katanya.

Hani akhirnya mampu mengatasi situasi tersebut. Dia mengalahkan Yoohyun dengan skor 147-143 dan berhak melaju ke final.

Pada partai puncak, angin kembali menjadi tantangan bagi kedua pemanah. Pertandingan melawan Cojuangco berjalan ketat hingga akhirnya Hani mampu mengamankan selisih dua poin.

Kemenangan 139-137 membuat Hani untuk pertama kalinya mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di Asian Games. Medali emas itu sekaligus menjadi emas pertama dalam penampilan perdananya di ajang tersebut.

“Saya benar-benar enggak kebayang sampai final. Yang penting dari awal saya nembak bagus saja. Iya, ini semesta sepertinya mendukung,” ujar Hani.

Hani menyebut pencapaian tersebut sebagai sebuah plot twist dalam hidupnya. Dia sebelumnya harus melewati lawan dari India dan Korea Selatan yang memiliki reputasi kuat di cabang panahan.

“Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa,” ucapnya.

Di balik medali emas tersebut, Hani menyimpan satu persembahan khusus untuk sang ibu, Nurlisa. Dia ingin pencapaiannya di Asian Games menjadi bagian dari upaya mewujudkan harapan ibunya.

Sang ibu sebelumnya menyampaikan keinginan untuk menjalankan ibadah umrah jika Hani memperoleh bonus Rp3 miliar. Hani pun ingin menggunakan pencapaiannya untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu,” kata Hani.

Setelah mengejutkan dirinya sendiri dengan emas Asian Games, Hani sudah memiliki target berikutnya. Dia ingin melanjutkan perjalanan hingga tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.

“Goal saya memang main di Olimpiade,” ujar Hani.

Emas Hani turut menambah koleksi medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hingga berita ini diturunkan, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas, tujuh perak, dan 21 perunggu.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
21 hours ago
22 hours ago
23 hours ago
1 day ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor