Laporan: Dhanis
Salah satu Rudal milik Republik Islam Iran. Foto: Press TV TODAYNEWS.ID – Penasihat Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Balali, menyatakan bahwa negaranya memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal dalam jumlah yang diperlukan untuk merespons serangan musuh.
Balali mengatakan kemampuan tersebut menunjukkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapatkan balasan.
Pernyataan itu disampaikannya saat membahas perkembangan teknologi rudal Iran dalam sebuah pameran persenjataan, seperti dikutip dari Press TV, pada Kamis (1/10/2026).
Menurut Balali, seluruh peralatan yang dipamerkan dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri.
Dia mengatakan bahwa Iran berhasil memanfaatkan pengetahuan dan teknologi yang tersedia secara global untuk mengembangkan kemampuan militernya, meski menghadapi sanksi dan pembatasan internasional.
“Hambatan dan sanksi yang dikenakan pada Iran, tidak dapat mencegah Republik Islam untuk membangun kekuatannya dan maju di bidang rudal, drone, dan bidang lainnya,” kata Balali.
Balali juga membandingkan kemampuan rudal Iran saat ini dengan kondisi pada perang Iran-Irak pada 1980-an. Ia mengatakan Iran ketika itu menghadapi keterbatasan serius dalam persediaan dan kemampuan produksi rudal.
“Selama delapan tahun Operasi Pertahanan Suci, kami menembakkan total 88 rudal. Akibatnya, kami tidak punya pilihan selain meluncurkan rudal satu per satu dan dalam jumlah terbatas agar kami dapat mempertahankan operasi hingga akhir perang,” kata Balali.
“Saat ini, alhamdulillah, kami tidak lagi menghadapi masalah seperti itu,” lanjut Balali.
Menurut Balali, kondisi tersebut kini telah berubah. Ia mengklaim kemampuan produksi dan peluncuran rudal Iran telah meningkat sehingga memungkinkan militernya mempertahankan operasi dalam jangka panjang.
“Saat ini, dalam setiap operasi, angkatan bersenjata melancarkan serangan sebanyak yang diperlukan, dengan kekuatan dan tekad,” ujarnya.
Balali mengatakan Iran ingin menunjukkan bahwa era “serang dan lari” telah berakhir. Ia juga mengklaim bahwa dalam konflik terbaru, pihak yang disebutnya sebagai musuh (AS-Israel) melancarkan sejumlah serangan terbatas, yang kemudian dibalas Iran berkali-kali lipat.
Ia menambahkan, tingkat produksi rudal Iran saat ini memungkinkan negara tersebut mempertahankan operasi pada tingkat yang sama apabila konfrontasi berlangsung selama beberapa tahun.
Balali juga mengatakan pemerintah Iran memiliki rencana penggunaan kemampuan dan persenjataan militer yang disebutnya komprehensif.
Menurut dia, kebijakan tersebut dijalankan di bawah arahan dan pengawasan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
Editor: Azis Arriadh