x

Dorong Demokrasi Transparan, Bawaslu Rangkul Kampus Jadi Pengawas Partisipatif

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 13:04 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI kembali menggelar kegiatan Campus Connect di Universitas Nasional (Unas) Jakarta dengan tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, pada Selasa (28/7/2026).

Anggota Bawaslu RI Puadi, mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkan Perguruan Tinggi ini salah satu bentuk kolaborasi lembaganya untuk mengawasi ruang digital dari potensi pelanggaran pemilu.

Puadi, menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas merupakan kunci penting dalam membangun demokrasi yang semakin kuat, partisipatif, dan berintegritas.

“Kemitraan antara perguruan tinggi dan Bawaslu merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang semakin kuat, partisipatif, dan berintegritas,” ujar Puadi dalam sambutannya.

Ia mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital kini telah mengubah cara masyarakat dalam berinteraksi, mengakses informasi, hingga menyampaikan aspirasi politik.

Karena itu, penyebaran disinformasi, hate speech (ujaran kebencian), manipulasi informasi, hingga penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membuat konten palsu menjadi tantangan nyata bagi penyelenggaraan pemilu.

“Perkembangan tersebut menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bawaslu, untuk terus beradaptasi,” kata Puadi.

Menjawab tantangan tersebut, Puadi menekankan bahwa pengawasan pemilu kini tidak cukup lagi hanya mengandalkan pemantauan fisik di lapangan, melainkan harus menjangkau ruang digital yang dinamis dan kompleks.

“Oleh karena itu, Bawaslu terus melakukan transformasi kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai sistem informasi dan layanan digital kami kembangkan untuk memperkuat fungsi pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa,” paparnya.

Keberhasilan transformasi digital ini, lanjut Puadi, tidak dapat dicapai oleh Bawaslu seorang diri. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan civitas akademika.

“Keberhasilan transformasi digital tersebut tentu tidak dapat diwujudkan oleh Bawaslu sendiri. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap Bawaslu Campus Connect tidak sekadar menjadi forum sosialisasi formal, melainkan menjelma sebagai wadah dialog interaktif, riset, inovasi, serta perumusan solusi konkret.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang peduli terhadap isu kepemiluan, aktif mengedukasi masyarakat, mengembangkan inovasi berbasis teknologi, melakukan riset, serta terlibat langsung dalam program pengawasan partisipatif Bawaslu,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
3 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor