DPP PERBASI menjadikan FIBA 3×3 Challenger sebagai bagian dari strategi meningkatkan peringkat dunia Indonesia. (Dok. PERBASI) TODAYNEWS.ID — DPP PERBASI menjadikan FIBA 3×3 Challenger sebagai bagian dari strategi meningkatkan peringkat dunia Indonesia. Langkah itu ditempuh untuk memperbesar peluang tampil pada ajang Olimpiade melalui akumulasi poin resmi FIBA.
Keikutsertaan Indonesia sekaligus status sebagai tuan rumah FIBA 3×3 Challenger dinilai menjadi bagian dari program jangka panjang. Kompetisi tersebut memberikan kesempatan atlet nasional mengumpulkan poin peringkat dunia.
Anggota DPP PERBASI Nirmala menjelaskan setiap turnamen resmi FIBA memiliki kontribusi terhadap perolehan poin. Menurutnya, semakin sering bertanding maka peluang menambah poin juga semakin terbuka.
“Kalau kita ingin menuju Olimpiade seperti yang menjadi mimpi PERBASI, kita harus mengumpulkan banyak poin,” ungkap Nirmala dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Ia menegaskan kemenangan memang menghasilkan poin lebih besar, tetapi keikutsertaan tetap memberikan tambahan poin.
Pada FIBA 3×3 Challenger 2026 di Batam, PERBASI menurunkan tiga tim Indonesia. Ketiga tim tersebut adalah Balige, Waisai, dan Ambon.
Nirmala mengatakan keputusan itu diambil agar lebih banyak atlet memperoleh pengalaman bertanding di level dunia. Selain itu, langkah tersebut juga mendukung perolehan poin Indonesia dalam peringkat FIBA.
Ia meminta hasil satu turnamen tidak dijadikan tolok ukur pembinaan atlet. Menurutnya, pengalaman dan jam terbang internasional menjadi investasi penting bagi perkembangan pemain.
“Jangan melihat hasil jangka pendek. Yang terpenting adalah semakin banyak pemain mengikuti kompetisi berstandar dunia sehingga kemampuan, pengalaman, dan rasa percaya diri mereka terus berkembang. Ini investasi jangka panjang,” terangnya.
Setelah Batam, tim Indonesia dijadwalkan mengikuti seri FIBA 3×3 Challenger di sejumlah negara. Program tersebut sekaligus menjadi persiapan menuju Asian Games Nagoya-Aichi 2026.
“Kami berharap dari kompetisi-kompetisi ini peringkat Indonesia bisa terus meningkat sehingga peluang bersaing di level dunia juga semakin besar,” ujar Nirmala. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan di Batam.
Pada hari pertama turnamen, Alun-Alun Engku Putri dipenuhi penonton hingga seluruh tiket habis terjual. Banyak warga tetap menyaksikan pertandingan dari balik pagar maupun melalui area nonton bareng yang disediakan panitia.
Penyelenggaraan turnamen juga didukung deretan stan UMKM yang menjual berbagai makanan dan minuman di sekitar lokasi. Nirmala memuji kerja sama PERBASI Kepulauan Riau dan Batam serta berharap ajang itu melahirkan pebasket berkualitas dari daerah tersebut.
Ketua DPD PERBASI Kepulauan Riau Suhadi menilai FIBA 3×3 Challenger Batam membuktikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional.
Ia berharap Batam kembali dipercaya menggelar FIBA 3×3 Challenger pada 2027 agar Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan menggelar event internasional sekaligus mendukung pengumpulan poin atlet nasional.