Rudal hipersonik Yaman diluncurkan dalam serangan ke Arab Saudi. Foto: Mehr News Agency TODAYNEWS.ID – Eskalasi militer di kawasan kembali memanas setelah Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan serangan rudal balistik berskala masif yang menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di Arab Saudi, pada Sabtu (25/7/2026) pagi.
Berdasarkan laporan kantor berita Mehr, rudal balistik buatan dalam negeri Yaman tersebut sukses menghantam target yang telah ditentukan di pangkalan udara yang terletak dekat kota Khamis Mushait, sekitar 884 kilometer selatan ibu kota Riyadh.
Serangan ini dilancarkan sebagai bentuk balasan atas agresi militer dan pengepungan berkelanjutan yang dilakukan oleh rezim Riyadh terhadap Yaman.
Perkembangan ini terjadi hanya berselang beberapa waktu setelah Angkatan Bersenjata Yaman menggempur fasilitas minyak milik perusahaan energi nasional Saudi Aramco di wilayah perbatasan barat daya Jizan menggunakan sejumlah rudal balistik.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa telah terjadi lebih dari 5 ledakan mengguncang kota Jizan, di barat daya Arab Saudi. Akibat serangan tersebut, beberapa wilayah di Jizan dikabarkan mengalami pemadaman listrik total.
Selain itu, menurut laporan media Yaman, ledakan dahsyat juga dilaporkan mengguncang kota pelabuhan strategis Yanbu di Arab Saudi.
Pelacak penerbangan langsung yang menunjukkan lalu lintas udara secara real-time melaporkan bahwa penerbangan ke Riyadh dan kota-kota lain dialihkan setelah pasukan Yaman melancarkan serangan terhadap Arab Saudi.
Akibat serangan tersebut, rezim Saudi memutuskan untuk menangguhkan operasional Bandara Internasional Pangeran Abdulmohsen Bin Abdulaziz di Yanbu dan Bandara Internasional Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang juga dikenal sebagai Bandara Internasional Jizan.
Sebelum insiden ini, jet tempur Saudi dilaporkan melancarkan serangan udara pada Jumat malam yang menargetkan fasilitas telekomunikasi serta depot minyak di provinsi pesisir Hudaydah, Yaman, menurut laporan Press TV.
Kendati demikian, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai besarnya kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Ketegangan antar kedua belah pihak kian memuncak menyusul pengumuman resmi dari pihak Yaman pada hari Senin lalu, yang memberlakukan “blokade maritim” terhadap Arab Saudi secara efektif dan berlaku seketika.