Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat membuka Kompetisi Nasional Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) Edisi V Tahun 2026 di Stadion Mini Cibinong, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Fraksi PKS TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pengembangan sepakbola amputasi sebagai bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Lesia yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI), menekankan pentingnya pembinaan atlet disabilitas tidak hanya menciptakan ruang berprestasi, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen terhadap kesetaraan kesempatan di bidang olahraga.
Meski begitu, Ledia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini konsisten mendukung perkembangan sepakbola amputasi di Indonesia. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terhadap pembinaan atlet penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan Ledia saat menghadiri sekaligus membuka Kompetisi Nasional Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) Edisi V Tahun 2026 di Stadion Mini Cibinong, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
“Kita berterima kasih kepada Kemenpora yang terus memberikan dukungan kepada PSAI. Semoga kolaborasi ini terus terjalin sehingga pembinaan atlet dapat berjalan semakin baik,” ujar Ledia.
Ia juga berharap semakin banyak anggota DPR maupun DPRD di berbagai daerah yang memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga disabilitas.
Menurutnya, dukungan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan agar para atlet memperoleh kesempatan berkembang dan berkompetisi secara optimal.
“Ini adalah bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas. Karena itu, perhatian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar mereka dapat terus berkembang dan menunjukkan prestasi terbaiknya,” tegasnya.
Sekretaris Fraksi PKS DPR RI itu juga turut memberikan semangat kepada seluruh peserta kompetisi agar tetap menjunjung tinggi sportivitas serta terus membawa nama baik Indonesia melalui prestasi olahraga.
“Tetap semangat, tetap kompetitif, dan terus memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Mari bersama-sama mengembangkan sepakbola amputasi di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Ledia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus PSAI, serta para peserta coaching clinic yang digelar bersamaan dengan kompetisi.
Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi langkah penting untuk menciptakan regenerasi atlet sepakbola amputasi yang mampu berprestasi di masa depan.
“Harus ada generasi berikutnya. Mudah-mudahan adik-adik yang mengikuti coaching clinic hari ini kelak menjadi atlet-atlet yang sukses dan mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya.