x

Harlah PKB Usung “Prabowonomics”, Pengamat: Manuver Awal Cak Imin Incar Tiket Cawapres 2029

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jul 2026 15:00 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengangkat tema “Prabowonomics” dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 bukan sekadar bentuk dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di balik langkah tersebut menurutnya, tersimpan manuver politik strategis untuk mengklaim legacy politik Prabowo sekaligus memanaskan kompetisi internal koalisi menuju Pilpres 2029.

“Siapa yang berhasil menguasai narasi itu, dialah yang memiliki peluang terbesar menjadi pewaris politik Prabowo pada 2029,” kata Arifki pada Jumat (24/7/2026).

Arifki juga menilai bahwa PKB sedang mengambil posisi paling awal untuk mengidentifikasi diri sebagai partai yang paling identik dengan keberhasilan pemerintahan Prabowo.

“PKB sedang melakukan apa yang saya sebut sebagai perebutan political ownership atas Prabowonomics. Ini bukan sekadar mendukung Presiden Prabowo, tetapi berusaha menjadi partai yang paling melekat dengan keberhasilan pemerintahannya,” ujar Arifki.

Menurut Arifki, Harlah ke-28 PKB tidak bisa dibaca hanya sebagai agenda seremonial partai. Pemilihan tema Prabowonomics justru menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilpres 2029 telah dimulai lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan banyak pihak.

“Kalau diperhatikan, yang sedang berlangsung sekarang bukan kompetisi antara koalisi pemerintah dan oposisi. Yang mulai terbentuk justru kompetisi di dalam tubuh koalisi sendiri,” tutur Arifki.

Apalagi kata Arfiki, saat ini semua tokoh politik hendak membangun posisi tawarnya di hadapan. Prabowo. Sebab itu, PKB tak ingin tertinggal dan menjadi salah satu partai politik yang bergerak paling awal.

Langkah PKB juga dinilai menjadi investasi politik jangka panjang bagi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Dengan tampil sebagai pendukung paling vokal terhadap agenda ekonomi pemerintahan, Cak Imin sedang membangun argumen politik bahwa dirinya layak dipertimbangkan sebagai pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.

“Ini bukan soal deklarasi dukungan, melainkan investasi politik. PKB ingin menciptakan persepsi bahwa ketika Prabowo sukses, ada PKB yang ikut menjaga, mengawal, bahkan menjual gagasan Prabowonomics kepada publik. Persepsi seperti ini penting untuk meningkatkan posisi tawar Cak Imin dalam bursa calon wakil presiden,” jelasnya.

Arifki menambahkan, bahwa strategi tersebut juga mengirim pesan kepada partai-partai lain di Koalisi Indonesia Maju Plus bahwa perebutan kursi calon wakil presiden telah dimulai.

Karena itu, setiap partai kini berlomba menunjukkan kontribusi politik yang paling besar terhadap keberhasilan pemerintahan.

“Yang diperebutkan sekarang bukan sekadar kursi cawapres. Yang sedang diperebutkan adalah siapa yang paling berhak mengklaim keberhasilan pemerintahan Prabowo selain Gerindra,” katanya.

“PKB tampaknya ingin menjadi partai pertama yang mengamankan posisi itu. Ini tentu menjadi kode keras bagi Golkar, PAN, Demokrat, hingga PSI bahwa persaingan menuju 2029 sudah dimulai,” pungkas Arifki.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor