Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah). Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) angkat bicara soal sekolah negeri di berbagai daerah sepi peminat dalam tahun ajaran baru 2026/2027.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa persoalan ini sudah dibahas langsung oleh Komisi X DPR yang membidangi pendidikan.
Puang juga mengatakan bahwa Komisi X telah meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas situasi tersebut.
“Persoalan tersebut telah menjadi perhatian komisi terkait, termasuk Komisi X. Berdasarkan laporan yang kami terima, kementerian terkait telah diminta melakukan evaluasi,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Untuk itu, Puan menekankan pentingnya menelusuri akar permasalahan di lapangan secara komprehensif. Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji beberapa faktor utama yang menjadi penyebab sepinya peminat sekolah negeri.
“Perlu dilihat apakah lokasi sekolah terlalu jauh dari permukiman penduduk, bagaimana kualitasnya, atau memang jumlah murid di wilayah tersebut yang sedikit. Pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengkajinya kembali,” tegas Puan.
Senada dengan Puan, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengungkapkan bahwa fenomena kekurangan murid ini tidak hanya dialami oleh sekolah negeri, tetapi juga mulai merambah ke sejumlah sekolah swasta, khususnya tingkat sekolah dasar (SD).
“Fenomena sekolah negeri, khususnya sekolah dasar yang sepi peminat, juga terjadi di sejumlah sekolah swasta. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian kementerian terkait,” kata Saan.
Lebih lanjut, Saan memastikan bahwa pihak legislatif melalui Komisi X DPR RI akan segera menindaklanjuti temuan ini dengan menggelar pembahasan khusus bersama mitra kerja pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen.
“Seperti disampaikan Ibu Ketua, Komisi X akan membicarakan fenomena tersebut secara khusus,” pungkasnya.