Petinju Indonesia ketika menjalani latihan di Vietnam TODAYNEWS.ID – Sebanyak 19 petinju Indonesia akan menguji kemampuan pada Kejuaraan Tnju Asia U19 dan U23 Tahun 2026 atau Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 yang akan berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 5-14 Juli 2026. Petinju asuhan pelatih asal Thailand, Kamanit Nareerak akan bersaing untuk memperebutkan tempat terbaik dengan 362 petinju dari 26 negara.
Pelatih Timnas Tinju Indonesia, Husni Ray menyebut Kejuaraan Asian U19 dan U23 ini merupakan kalender resmi Asian Boxing (AB), Jadi, negara perseta dipastikan akan mengirimkan petinju terbaiknya.
“Ini Kejuaraan Asia yang sudah lama kita tidak pernah ikut. Jadi, ini bukan event sembarangan, enggak bisa disepelekan. Lawan-lawan yang dihadapi bukan kaleng-kaleng karema mereka yang terbaik di negaranya,” kata Husni Ray yang dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Diakui Husni Ray, materi petinju Indonesia yang diturunkan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) sebagian bisa dibilang baru pertama kali merasakan atmosfer internasional yang melibatkan petinju tangguh dari Thailand, Filipina, India, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
“Petinju kita bisa main bagus saja dan bisa menyaingi peserta lain yang bagus, itu sudah harus kita syukuri. Apalagi, mereka kan sebagian baru melangkah nih, istilahnya baru memulai debut di tingkat internasional melalui program pembinaan yang dilahirkan PERBATI,” jelasnya.
Memang ada beberapa petinju yang sudah memiliki jam terbang di ajang event internasional. Namun,kata Husni Ray, mereka masih butuh lebih banyak jam terbang.
“Ya, kalau jam terbang internasional itu kan baru beberapa tahun ini saja ya, seperti Volta, Pangeran, yang baru-baru kemarin ini ikut. Iya, terus Henky, itu kemarin sempat ikut latihan di Vietnam, lalu ke Mongolia. Jadi memang baru tahun inilah istilahnya kita mulai bergerak,” ungkapnya.
Ketika ditanyakan apakah petinju Indonesia punya peluang meraih medali di Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026, Husni Ray menjawab, “Peluang mendapatkan medali itu selalu ada. Mudah-mudahan nanti undiannya bagus, jadi peluangnya bisa lebih besar lagi,” tegasnya.
Menurut Husni Ray, Kejuaraan Tinju Asia ini akan dijadikan ajang seleksi petinju untuk dipersiapkan menghadapi berbagai multi event. “Tahun depan kan ada SEA Games Malaysia 2027. Terus anak-anak yang U-23 itu kan sudah masuk kategori elit namanya. Jadi kalau memang performanya bagus, kan bisa dimasukkan dalam pelatnas jangka panjang menghadapi Pra-Olimpiade Los Angeles 2028,” paparnya.
Makanya, Husni Ray berharap program pelatnas dan Training Camp (TC) dan uji coba internasional di turnamen internasional harus terus dilakukan selama 2 hingga 3 tahun ke depan. Jadi, mereka yang terpilih bisa berbicara banyak di level yang lebih tinggi. “Jam terbang itu sangat penting, tidak bisa dibohongi. Jam terbang internasional itu tidak ada duanya,” tegasnya.
Dari segi potensi, jelas Husni Ray, petinju Indonesia tidak kalah dibandingkan negara lain. Hal itu juga diakui Kamanit Nareerak yang sukses membawa Timnas Tinju Indonesia meraih 1 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu pada SEA Games Thailand 2025 lalu.
“Kamanit bilang petinju kita banyak yang bagus, tinggal bagaimana kita mengelolanya dan menjaganya dengan kompetisi di luar negeri. Makanya, dia mau melatih di sini, dengan syarat, programnya harus berkesinambungan, Tidak boleh putus-nyambung. Karena kan prestasi itu tidak datang seketika, butuh pembinaan jangka panjang,” tutupnya.
Daftar Petinju Indonesia:
Putra U19:
Putri U19:
Putri U23:
Putra U23: