x

Hezbollah Desak Israel Mundur Tanpa Syarat dari Lebanon: Sebelum Kalah dan Dipermalukan

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Jun 2026 21:57 52 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Jenderal Hezbollah, Sheikh Naim Qassem, menegaskan bahwa rezim Zionis Israel harus menarik diri tanpa syarat dari setiap jengkal wilayah Lebanon sebelum mereka berakhir “kalah dan dipermalukan.”

Pernyataan keras tersebut disampaikan Qassem dalam pidatonya pada peringatan Ashura di pinggiran selatan Beirut, Jumat (26/6/2026), sebagaimana dilansir kantor berita Press TV.

Dalam kesempatan itu, Qassem kembali mendesak Israel untuk menghentikan seluruh operasi militer mereka,baik melalui darat, udara, maupun laut, untuk segera angkat kaki sepenuhnya dari wilayah Lebanon.

“Israel tidak punya pilihan selain menarik diri sepenuhnya dari tanah kami,” katanya, seraya menegaskan bahwa Hezbullah menolak kesepakatan apa pun yang memungkinkan kehadiran Israel di Lebanon atau mengarah pada normalisasi hubungan antara Beirut dan Tel Aviv.

Dia menambahkan bahwa Hezbollah tidak akan pernah menerima upaya “normalisasi, pengakhiran permusuhan yang sepihak, maupun keuntungan apa pun bagi Israel.”

Saat ini, Lebanon dan Israel sebenarnya sedang terlibat dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Salah satu agenda utamanya adalah mengupayakan penarikan mundur pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan.

Dalam babak negosiasi baru yang diadakan di Washington pada hari Selasa, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kembali bahwa Beirut tidak akan menerima apa pun selain pengakhiran total pendudukan Israel di Lebanon selatan.

Namun di sisi lain, sejumlah pejabat senior Israel justru menyatakan bahwa pasukan mereka akan tetap berada di wilayah tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan.

Menurut pemimpin Hezbollah itu, keengganan Israel untuk mundur merupakan bagian dari proyek pendudukan yang lebih luas. Ia memperingatkan bahwa rakyat Lebanon tidak akan sudi menerima kesepakatan yang menggadaikan kedaulatan negara mereka.

Lebih lanjut, Sheikh Qassem menyerukan kerja sama kepada para pemimpin politik Lebanon berdasarkan prinsip kedaulatan nasional. Ia menyatakan bahwa Hezbollah “siap dan mengulurkan tangan” untuk bekerja sama dengan pemerintah demi mengamankan penarikan penuh pasukan Israel.

“Perlawanan itu kuat, dan kami bersama Anda jika Anda terus berjalan menuju kedaulatan Lebanon,” imbuhnya.

Di samping itu, Qassem menilai nota kesepahaman (MoU) yang baru saja ditandatangani antara Iran dan AS memberikan peluang besar bagi pemerintah Lebanon untuk memperkuat posisi kedaulatannya.

Ia menggambarkan bahwa perjanjian tersebut sebagai “deklarasi resmi kekalahan AS dan Israel,” Qassem justru menyebut Iran kini tengah membentuk masa depan kawasan.

“Kekuatan Iran, bersama dengan kekuatan para pejuang perlawanan, membantu menciptakan keseimbangan yang diperlukan untuk menghancurkan Israel dan mengusirnya dari tanah kami,” tegas Qassem.

Pihak Iran sendiri menegaskan bahwa posisi Lebanon merupakan bagian integral dari perjanjian pendahuluan yang ditandatangani bersama Washington.

Teheran memperingatkan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan, keamanan, dan hak-hak negaranya, termasuk hak-hak para sekutunya di kawasan tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor