x

Presiden Prabowo Diminta Beri Perhatian Khusus soal Dua Perusahaan Otomotif yang Bakal Hengkang dari RI

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Jun 2026 18:00 33 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Pengamat kebijakan publik, Fernando Emas menyayangkan adanya kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang akan terjadi.

Ia menyoroti dua perusahaan otomotif Jepang yang akan pindah dari Indonesia ke Vietnam. Ia mendorong agar pemerintah memberikan perhatian khusus dalam permasalahan ini.

“Hengkangnya dua perusahaan tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari sumber masalahnya karena sangat mungkin akan disusul oleh perusahaan lainnya,” katanya kepada TODAYNEWS, Rabu (24/6/2026).

Ia mendesak Presiden Prabowo akan mencari cara agar perusahaan asing yang berada di Indonesia tetap bisa bertahan di tengah gejolak ekonomi dunia.

“Prabowo harus membuat terobosan agar perusahaan asing yang ada di Indonesia tidak meninggalkan Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal mengungkapkan, ada dua perusahaan otomotif Jepang di Jawa Timur akan melakukan PHK.

Pernyataan itu diungkapkan Said Iqbal dalam Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

“PHK juga terjadi kemungkinan besar di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur,” kata Said Iqbal.

Dua pabrik otomotif Jepang itu akan dipindahkan ke Vietnam. Namun, Said Iqbal tidak mengungkap nama perusahaan yang akan melakukan PHK besar-besaran tersebut.

“Jadi untuk dua perusahaan saya kasih inisialnya PT J dan PT S,” kata Said Iqbal.

Ia menjelaskan mengapa dirinya belum menyebut nama perusahaan tersebut. Sebab, kedua perusahaan dengan melakukan dialog dengan serikat pekerja.

“Perusahaan itu masih negosiasi dengan serikat pekerjanya. Sudah hampir setahun negosiasi itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada potensi ribuan pekerja yang terancam PHK jika kedua perusahaan tersebut berhenti beroperasi.

Perusahaan berinisial PT J total pekerjanya sebanyak 7.000 orang. Sementara itu, PT S memiliki sebanyak 4.000 pekerja.

Ia menyebutkan akan ada potensi PHK sebanyam 3.000 pekerja. “3.000 omong-omongnya, tapi mungkin di ribuanlah angkanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, serikat pekerja sedang berdialog dengan pihak perusahaan untuk meyakinkan prinsipal di Jepang.

“Kemungkinan PHK apa pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan karena ini juga belum terjadi,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menanggapi ancaman PHK yang akan terjadi di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap ancaman PHK terhadap pekerja Indonesia.

“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya Dirjen Jamsos PHI, kita terus melakukan monitoring,” katanya kepada wartawan, dikutip Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, ancaman PHK karena ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Menurutnya, gejolak geopolitik berdampak ke dalam negeri.

“Kita sama-sama paham ada kondisi ekonomi global yang memang itu kemudian berdampak ke dalam negeri,” katanya.

Namun, ia menyakini ancaman PHK dapat ditekan dengan membangun semangat kebersamaan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini modal yang baik buat kita untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tantangan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor