x

Iran Peringatkan Israel: Mundur Atau Diusir Secara Memalukan

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Jun 2026 23:58 28 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmaeil Qa’ani, mengeluarkan peringatan keras yang ditujukan langsung kepada pasukan Israel di Lebanon selatan.

Melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu, Qa’ani memberikan dua pilihan kepada tentara Israel dengan menggunakan bahasa Ibrani: “mundur secara sukarela atau diusir paksa secara memalukan”.

Qa’ani menegaskan jika tentara rezim Zionis tidak segera keluar dari wilayah Lebanon selatan, maka peristiwa sejarah 2000 tahun lalu akan kembali terulang di tanah yang sama.

“Jika kalian tidak mundur dari Lebanon selatan dengan cara kalian sendiri, kisah tahun 2000 akan terulang kembali, tahun yang sama ketika kalian melarikan diri dari negeri ini dengan memalukan,” tulis Qa’ani, seperti dilaporkan Press TV.

“Hari ini, jika kalian terus melakukan agresi dan pendudukan, kalian akan diusir dengan penghinaan dan kekalahan. Pilihan ada di tangan kalian,” tambah Qa’ani.

Qa’ani juga menyoroti kerugian yang dialami militer Israel di medan perang baru-baru ini. Ia mengeklaim bahwa dalam waktu kurang dari empat hari, pasukan Israel telah menderita 100 korban jiwa.

Adapun peringatan itu muncul setelah pelanggaran gencatan senjata Israel yang terus-menerus dengan melakukan serangan mematikan yang menargetkan warga sipil.

Menanggapi agresi tersebut, kelompok perlawanan Hezbollah melancarkan serangan balasan yang menewaskan dan melukai puluhan tentara Israel dalam beberapa hari terakhir.

Padahal, serangan tersebut terjadi tak lama setelah penandatanganan memorandum kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat pada pekan lalu, yang disepakati untuk mengakhiri perang di Lebanon.

Dalam pertemuan lanjutan di Swiss pada Minggu, para pejabat Iran menegaskan kembali bahwa poin-poin dalam MoU tersebut harus dihormati sepenuhnya. Iran menilai, pelanggaran yang terus dilakukan Israel menimbulkan keraguan atas kemampuan serta komitmen Washington dalam menertibkan sekutunya.

Di sisi lain, pihak Tel Aviv mengisyaratkan enggan menghentikan operasi militernya. Menteri Urusan Militer Israel, Israel Katz, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya menolak menarik pasukan dari wilayah Lebanon selatan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata di satu front merupakan pelanggaran di semua front.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
17 hours ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor