x

BNPB Minta Warga Pesisir Sulawesi dan Maluku Utara Siaga Tsunami Usai Gempa M 7,8 Filipina

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 11:51 93 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina Selatan pada Senin (8/6/2026) memicu peringatan dini tsunami di sejumlah negara kawasan Pasifik. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengeluarkan kewaspadaan setelah hasil pemodelan menunjukkan potensi dampak di sejumlah wilayah pesisir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini tsunami untuk sejumlah daerah di Indonesia. Wilayah yang masuk dalam pemantauan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari meminta masyarakat tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Namun, warga diminta segera mengambil langkah antisipasi sesuai tingkat ancaman di wilayah masing-masing.

“Serta secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai dengan tingkat ancaman di wilayahnya,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, sebanyak 17 wilayah masuk kategori Siaga tsunami. Sementara itu, 13 wilayah lainnya berada dalam status Waspada berdasarkan estimasi dampak gelombang.

BNPB menginstruksikan pemerintah daerah yang wilayahnya berstatus Siaga untuk segera mengarahkan warga melakukan evakuasi secara tertib menuju lokasi yang lebih tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi apabila gelombang tsunami benar-benar terjadi.

Wilayah berstatus Siaga tersebar di sejumlah daerah Sulawesi Utara seperti Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan, hingga Bolaang Mongondow bagian utara. Estimasi kedatangan gelombang di kawasan tersebut dimulai sejak pukul 06.51 WIB.

Status Siaga juga berlaku untuk Gorontalo bagian utara serta beberapa wilayah Sulawesi Tengah, yakni Buol dan Toli-Toli. BMKG mencatat estimasi waktu kedatangan gelombang di daerah-daerah tersebut berlangsung antara pukul 07.26 WIB hingga 07.29 WIB.

Di sisi lain, BNPB meminta masyarakat yang berada di wilayah berstatus Waspada tetap menjaga kesiapsiagaan. Warga diminta menjauhi pantai, tepian sungai, dan menghentikan sementara aktivitas di perairan.

Wilayah yang masuk kategori Waspada antara lain Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Minahasa Selatan bagian selatan, Kota Ternate, Kutai Timur, Kota Tidore, Bulungan, dan Nunukan. Daerah-daerah tersebut memiliki estimasi waktu kedatangan gelombang yang berbeda sesuai hasil pemodelan BMKG.

Meski peringatan telah diterbitkan, BNPB menyatakan kondisi di lapangan hingga kini masih aman dan terkendali. Laporan cepat dari BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado menunjukkan guncangan gempa hanya dirasakan lemah selama sekitar dua hingga tiga detik.

“Hingga saat ini, tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan guna memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman,” ujar Abdul Muhari.

BNPB juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur penanggulangan bencana di daerah. BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, dan relawan telah bersiaga untuk memantau perkembangan situasi serta membantu pengamanan jalur evakuasi masyarakat apabila diperlukan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor