x

Rupiah Tembus Rp18.016 per Dolar AS, Pimpinan DPR Desak Kemenkeu dan BI Segera Intervensi

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 21:00 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menanggapi secara serius tren melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian mengkhawatirkan.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menyentuh level Rp18.016 per dolar AS.

Merespons kondisi tersebut, jajaran pimpinan DPR RI mendesak pemerintah dan otoritas moneter untuk segera mengambil langkah konkret guna menahan kejatuhan nilai tukar yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, menyatakan keyakinannya bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beserta kementerian terkait dan Bank Indonesia (BI) tengah berupaya membendung penurunan nilai tukar agar tidak merosot lebih dalam.

“Saya yakin Pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam,” ujar Saan saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Namun, ia menekankan perlunya penanganan yang jauh lebih serius dari seluruh otoritas yang bertanggung jawab.

Langkah cepat ini dinilai krusial, terlebih pemerintah telah menetapkan target dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

“Untuk tahun 2027, Pemerintah sudah mematok nilai tukar Rupiah terhadap Dolar itu di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 sekian. Tentu untuk bisa mewujudkan target tersebut, upaya yang terjadi hari ini harus memang benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang memang bertanggung jawab terkait penanganan itu,” kata Saan.

Sementara itu pada kesempatan sama, Wakil Ketua DPR lainnya Cucun Ahmad Syamsurijal, juga menyoroti belum terlihatnya langkah intervensi yang agresif dari BI di tengah fluktuasi tajam saat ini.

Untuk itu, DPR merekomendasikan agar Kemenkeu dan BI segera melakukan konsolidasi ketat.

“Ini perlu kita sikapi terkait pergerakan apa nilai tukar ini. DPR merekomendasikan kepada pemerintah terutama Kementerian Keuangan untuk segera melakukan konsolidasi fiskal-moneter dengan Bank Indonesia,” kata Cucun.

“Terutama kita minta Menteri Keuangan untuk terus solid dengan Bank Indonesia menjalankan fungsi fiskal dan moneter ini. Itu penting ya. Sekarang yang harus dilakukan segera, mau siapa yang inisiatif, mau Menteri Keuangan atau BI, melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah ini,” pungkas Cucun.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit