x

Prabowo Targetkan Transformasi Ekonomi Berlandaskan Pancasila

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Jun 2026 13:49 31 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah pemerintah menyelaraskan arah pembangunan ekonomi dengan ideologi negara.

Menurutnya, pertumbuhan yang terjadi selama ini masih menyisakan pekerjaan rumah besar terkait pemerataan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

“Salah satu tantangan bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Prabowo

Prabowo menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen belum mampu berbuat banyak untuk memberikan keadilan ekonomi bagi rakyat Indonesia.

“Selama beberapa dasar warsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata? sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?” ujarnya.

“Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan ada realita pahit yang harus diakui bersama, bahwa dibalik kekayaan alam Indonesia yang berlimpah ruah, dan sebagai salah satu negara produsen terbesar untuk berbagai komoditas.

Akan tetapi, semua hasil dari kekayaan alam tersebut, belum berdampak besar bagi kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atau sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk membawa arah baru bagi perekonomian Indonesia melalui langkah perbaikan yang mendasar.

Langkah ini diharapkan dapat mengubah wajah perekonomian domestik menjadi lebih mandiri, berdaulat, dan berkeadilan.

“Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini. Tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8. Sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa,” tegasnya.

“Terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x
domain