Beberapa jam sebelum tenggat waktu ultimatum untuk menyerang Iran dengan hebat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerah dengan mengumumkan persetujuan gencatan senjata. (Ist) TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah memberikan jaminan tidak akan memiliki senjata nuklir di tengah proses negosiasi yang berlangsung untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara yang disiarkan Fox News pada Sabtu (30/5/2026). Ia menyebut komitmen tersebut menjadi poin terpenting dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.
Trump menegaskan satu-satunya jaminan yang ingin diperoleh Washington dari Teheran adalah penghentian pengembangan senjata nuklir. Menurutnya, Iran telah menyetujui hal tersebut.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju, dan itu sangat menarik,” kata Trump.
Selain isu nuklir, Trump menyebut pemerintah AS kini memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur perdagangan strategis itu masih menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap ekonomi global.
Selat Hormuz ditutup Iran sejak awal Maret setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut pada 28 Februari. Penutupan itu menjadi bagian dari respons Teheran terhadap operasi militer yang mereka hadapi.
Penutupan jalur pelayaran tersebut berdampak besar terhadap perdagangan internasional. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.
Di tengah upaya diplomasi yang berjalan, Trump juga menunjukkan sikap yang lebih moderat terkait opsi militer terhadap Iran. Ia tidak lagi menampilkan nada agresif seperti sebelumnya.
Trump mengatakan pemerintahannya tidak terburu-buru mengambil langkah lanjutan. Menurutnya, proses negosiasi masih memiliki peluang menghasilkan kesepakatan yang diinginkan kedua pihak.
“Saya tidak buru-buru. Pelan tapi pasti, saya rasa kita akan mendapat apa yang kita inginkan, dan jika kita tak mendapat apa yang kita mau, kita mengakhiri dengan cara berbeda,” ujarnya.
Meski demikian, Iran selama ini beberapa kali membantah sejumlah klaim Trump mengenai program nuklir mereka. Teheran menegaskan fokus utama saat ini adalah mengakhiri perang yang sedang berlangsung.
Pemerintah Iran juga menyampaikan bahwa pembahasan terkait program nuklir akan dilakukan secara terpisah. Mereka menilai prioritas saat ini adalah menjaga keberlangsungan proses perdamaian.
Di sisi lain, sumber yang dikutip dalam laporan menyebut Trump telah mengirimkan proposal baru kepada pemerintah Iran. Proposal tersebut dikabarkan memuat tuntutan yang lebih keras dibandingkan usulan sebelumnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari pada pekan lalu.
Washington juga mengklaim proses negosiasi mengenai program nuklir Teheran telah mulai berjalan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik kedua negara.