x

Dua Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel Saat Ikut Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

waktu baca 3 menit
Selasa, 19 Mei 2026 08:00 33 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Keduanya berada di kapal berbeda dalam rombongan bantuan kemanusiaan internasional menuju Palestina.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, mengungkap komunikasi terakhir dengan Thoudy Badai terjadi pada Senin (18/5/2026) siang. Saat itu, Thoudy masih memberikan perkembangan situasi dari atas kapal melalui pesan WhatsApp.

“Komunikasi dengan Thoudy terakhir itu pukul 13.50 WIB, dia kasih update terkini situasi di kapalnya, karena masih berlayar, kirim foto dan video juga,” kata Stevy, Senin (18/5/2026).

Menurut Stevy, Thoudy sempat memberi informasi terkait potensi pencegatan oleh tentara Israel. Ia menyebut pencegatan diperkirakan terjadi pada Senin malam waktu setempat.

“Dia sempat bilang, kalaupun bakal dicegat tentara IDF, itu Senin malam waktu setempat,” ujarnya.

Setelah komunikasi tersebut, redaksi Republika kehilangan kontak dengan Thoudy. Hingga lebih dari enam jam kemudian, Thoudy tidak lagi bisa dihubungi.

“Nah setelah percakapan ini, hilang kontak. Thoudy-nya nggak bisa dihubungi sama sekali. Dia juga nggak kontak-kontak redaksi lagi. Sudah lebih dari enam jam situasinya,” tutur Stevy.

Stevy menjelaskan Bambang Noroyono atau Abeng berada di kapal berbeda dengan Thoudy. Dalam kapal yang ditumpangi Thoudy terdapat tiga warga negara Indonesia, termasuk seorang wartawan dari Tempo.

Sebelum mengirim video SOS, Bambang disebut sempat mengirim foto dan video kapal perang yang mendekati kapalnya. Tak lama kemudian, ia mengirim sinyal darurat sesuai protokol misi kemanusiaan tersebut.

“Beberapa menit sebelum kirim video SOS, Abeng kirim foto dan video soal ada kapal perang yang mendekat ke perahu dia,” kata Stevy.

“Kalau ada tentara Israel mendekat, naik ke kapal, langsung kirim video SOS itu,” lanjutnya menjelaskan prosedur dari panitia pusat Global Sumud Flotilla.

Hingga Senin malam pukul 22.00 WIB, kedua jurnalis Republika disebut masih belum bisa dihubungi. Redaksi Republika juga belum menerima kabar terbaru mengenai kondisi keduanya.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam tindakan tentara Israel yang menangkap relawan dan jurnalis dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan keselamatan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai menjadi perhatian serius pihak redaksi.

“Kami mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut,” kata Andi Muhyiddin dalam pernyataannya.

Kementerian Luar Negeri RI juga mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Kemlu RI mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal dan memastikan bantuan kemanusiaan tetap dapat disalurkan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” jelasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
17 hours ago
2 days ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x