x

Usai Cecar Dirjen Penataan Agraria ATR/BPN, Deddy Sitorus Walk Out dari Rapat

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 23:16 23 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama pejabat Eselon I Kementerian ATR/BPN dan Kepala Badan Bank Tanah diwarnai perdebatan panas hingga berujung walk out nya legislator dari ruang rapat Komisi II, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Perdebatan itu terjadi ketika salah satu Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, mendapat jawaban klarifikasi dari Dirjen Penataan Agraria, Embun Sari atas pertanyaan sebelumnya yang ditujukan kepada ATR/BPN.

“Yang pertama ingin saya luruskan bahwa kita ATR/BPN, sudah melaksanakan reforma agraria 60 tahun belakang ini kan, sejak lahirnya UPA. Dan itu sudah 6,2 juta bidang tanah sebenarnya, hak milik, yang didistribusikan ke masyarakat. Kemudian itu totalnya sekitar 4,4 juta hektare,” ujar Embun.

Mendengar jawaban tersebut, Deddy justru mempertanyakan tanah-tanah yang redistribusikan tersebut dan meminta data terkait 4,4 juta hektare tanah kepada ATR/BPN.

Tak puas sampai di situ, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu kembali mencecar Dirjen Penataan Agraria dengan pertanyaan.

“Berapa luas HGU perkebunan diberikan negara 60 tahun ini? tanya Deddy.

“Ya, saya enggak hafal, Pak,” jawab Embun.

Deddy pun kembali membalas dengan pertanyaan, “Enggak hafal, Bu? HTI berapa juta hektare, Bu? Bentar-bentar, jawab dulu saya,” tegas Deddy.

“Maaf, saya tidak mennjawab, Pak,” jawab Embun lagi.

Mendapat respons tersebut, Deddy justru semakin mencecar dengan bertubi-tubi pertanyaan.

“Enggak, ini Anda sebagai pimpinan ATR/BPN, loh. Ini PR anda, nih, mainan ini. Kalau untuk rakyat, anda hafal 60 tahun kita bagi 4,4 juta kepada rakyat. Untuk HGU sawit, berapa juta hektare, Mbak?” tanya Deddy lagi.

“Untuk luas HTI berapa juta hektare? Untuk HPH, berapa juta hektare? Untuk tambang, berapa juta hektare? Kasih datanya. Supaya kita adil dari sejak pikiran, Mbak,” tegas Deddy.

Melihat situasi rapat semakin panas, Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima selaku pimpinan rapat dalam RDP tersebut coba menengahi. Namun, Deddy menghiraukan dan terus mencecar Embun di ruang rapat.

“Enggak, ini saya mau tanya ini orang agraria. Berapa juta hektare luas Republik ini?” tanya Deddy, seraya dijawab Embun, “Seratus sembilan puluh juta sekian hektare”.

“Berapa? Seratusan juta. Dan Anda 60 tahun sejak negara berdiri, baru bagi 4 juta hektare kepada rakyat. Dan Anda berani sebutkan di sidang ini. Malu enggak? Seratus juta hektare luas negara ini, 4 juta dibagi kepada rakyat, Anda sebutkan di sini,” tegas Deddy.

“Gimana sih Anda berpikir? Ini rakyat ini objek apa subjek di negara ini? Harusnya Anda enggak angkat itu tadi. Bikin marah itu. Anda harus bandingkan itu dengan yang diberikan pada korporasi dan sebagainya. Jumlah rakyatnya berapa?” cecar Deddy.

Mendapat cecaran pertanyaan tersebut, Embun pun mencoba mengklarifikasi bahwa dirinya hanya bermaksud meluruskan dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya yang ditujukan kepada ATR/BPN. “Izin, tadi saya hanya meluruskan,” ucap Embun.

Deddy pun kembali memotong, “Enggak, Anda mau benar-benaran seolah-olah negara sudah melakukan tugasnya membagikan tanah 4,4 juta rakyat pada rakyat Indonesia yang jumlahnya 270 juta. Anda tahu 10 orang yang menguasai HGU di Indonesia ini? Berapa luas yang mereka kuasai?” tanya Deddy dengan nada keras.

“Bikin marah lho,” tambah Deddy dengan ekspresi marah sembari mumukul meja dan langsung keluar dari ruangan rapat Komisi II DPR.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
8 hours ago
1 day ago
6 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x