TODAYNEWS.ID – Republik Islam Iran dikabarkan telah mengirimkan proposal terbarunya yang terdiri dari 14 poin melalui perantara Pakistan untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan mengakhiri perang.
Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim pada hari Senin (18/5/2026), bahwa Pakistan akan menyampaikan proposal baru Iran kepada Washington.
Sumber tersebut mengatakan bahwa proposal tersebut berfokus pada pokok bahasan negosiasi dan langkah-langkah membangun kepercayaan dari pihak Amerika yang disajikan dalam 14 poin.
“Iran, sesuai dengan praktik pertukaran pesan baru-baru ini, sekali lagi telah menyerahkan teksnya dalam 14 poin melalui mediator Pakistan setelah melakukan beberapa perubahan,” kata sumber tersebut.
Menurut sumber yang terpercaya, teks baru Iran tersebut berfokus pada subjek “negosiasi untuk mengakhiri perang dan langkah-langkah membangun kepercayaan dari pihak Amerika”.
Sebelumnya, pada tanggal 10 April, Iran telah menyerahkan tanggapannya terhadap proposal yang diusulkan pihak Amerika untuk mengakhiri perang, namun hal itu ditolak oleh Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa itu “sama sekali tidak dapat diterima.”
Sementara itu, laporan kantor berita Press TV, menyebut Iran telah menegaskan bahwa pada tahap saat ini, negosiasi hanya akan fokus pada mengakhiri perang di kawasan tersebut dan bahwa isu-isu lain, termasuk program nuklir, dapat dibahas kemudian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mengatakan kepada wartawan pada hari Senin, bahwa meskipun pihak Amerika menolak proposal perdamaian sebelumnya dari Republik Islam, Teheran menerima “sejumlah poin dan pertimbangan korektif” dari mediator Pakistan.
“Seperti yang diumumkan kemarin, sudut pandang kami telah disampaikan kepada pihak Amerika sebagai balasan. Oleh karena itu, prosesnya berlanjut melalui Pakistan,” katanya.